Mataram, insightntb.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa Institut Pendidikan Islam Maghfirah (IPIM) menggelar pemutaran film dokumenter Galian Celaka karya Lazystory Project yang dirangkaikan dengan diskusi interaktif pada Sabtu (15/8/2026).
Agenda ini dilaksanakan guna memupuk kesadaran kritis generasi muda terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di berbagai wilayah Indonesia.
Pemutaran film yang dihadiri sekitar 60 anggota Resimen Mahasiswa IPIM tersebut menjadi panggung ruang belajar bersama dalam membedah dampak sosial ekologis yang dialami warga Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akibat pembiaran operasi tambang Galian C.
Perwakilan Kolektif Korleko Melawan, Ajiz, menyatakan bahwa penderitaan yang dialami warga lokal akibat pencemaran limbah dan kerusakan ruang hidup perlu disuarakannya ke berbagai penjuru daerah.
“Kondisi dan perjuangan yang dirasakan masyarakat Korleko harus diketahui oleh publik luas. Ruang pemutaran dan diskusi ini menjadi medium penting untuk mewujudkan solidaritas kerakyatan antara warga terdampak dan elemen mahasiswa,” ujar Ajiz dalam sesi diskusi.
Tautkan Isu Ekologis Korleko dan Morowali
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, isu krisis ekologi ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga di Pulau Lombok. Sejumlah mahasiswa asal Morowali, Sulawesi Tengah, yang turut menghadiri kegiatan tersebut membagikan kesaksian mengenai dampak negatif industri ekstraktif nikel yang merusak kawasan permukiman dan mata pencaharian warga di daerah asal mereka.
Kesamaan nasib ini melahirkan simpul solidaritas antar-daerah antara Kolektif Korleko Melawan dan mahasiswa asal Morowali yang sama-sama berhadapan dengan ekspansi industri pertambangan.
“Melalui diskusi ini, mahasiswa tidak hanya belajar membaca persoalan di daerah asal masing-masing, tetapi juga menyatukan suara dan dukungan nyata bagi masyarakat Korleko serta seluruh warga yang menjadi korban daya rusak pertambangan di Indonesia,” tegas salah satu peserta diskusi.
Melalui kegiatan ini, jajaran Resimen Mahasiswa IPIM berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari wujud kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat terdampak aktivitas pertambangan di tanah air.


