Mataram, insightntb.com – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mataram menggelar agenda Mimbar Bebas Refleksi Hari Kemerdekaan sekaligus Aksi Kemanusiaan untuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Advertisement

Acara ini diselenggarakan sebagai wadah penyampaian kritik konstruktif dan wujud kepedulian sosial terhadap dinamika kebangsaan.

Mengusung tajuk utama “Merdeka Belum Selesai”, KAMMI Mataram menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni perayaan tahunan semata.

Kemerdekaan sejati harus diwujudkan melalui keadilan sosial, pemerataan pembangunan, kepastian hak guru, serta respon cepat negara terhadap bencana alam.

Ketua Umum PD KAMMI Mataram, Muhammad Yusril Kurniawan, menyampaikan sejumlah poin tuntutan strategis kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi evaluasi dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), percepatan penetapan status bencana di Flores, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga jaminan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Merdeka belum selesai ketika masih ada rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan yang belum merata, guru yang belum mendapatkan hak secara layak, dan masyarakat yang terdampak bencana belum mendapatkan penanganan yang maksimal,” tegas Yusril.

Soroti Penanganan Bencana Flores dan Hak Demokrasi

Selain refleksi kebijakan publik, KAMMI Mataram memberikan perhatian khusus terhadap kondisi warga terdampak bencana di Flores, NTT.

Melalui Aksi Kemanusiaan untuk NTT, organisasi mahasiswa ini menggalang solidaritas dan mendesak pemerintah agar memprioritaskan keselamatan warga, kecukupan logistik dasar, serta pemulihan pascabencana secara terukur.

Yusril menambahkan bahwa penyampaian aspirasi melalui mimbar bebas merupakan bagian sah dari dialektika demokrasi.

Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta mengawal jalannya kebijakan pemerintah.

“Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan. Merdeka adalah ketika negara mampu memastikan rakyat hidup aman, layak, adil, dan sejahtera. Perjuangan untuk rakyat harus terus dilanjutkan,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, KAMMI Mataram mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan hari kemerdekaan sebagai ruang evaluasi bersama demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.