Mataram, insightntb.com – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Gelombang 3 UIN Mataram Tahun 2026 yang berlangsung sejak Selasa, 18 Agustus hingga Kamis, 20 Agustus 2026, berjalan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup di masing-masing fakultas.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari proses pengenalan lingkungan perguruan tinggi.
PBAK menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, lingkungan kampus, budaya kemahasiswaan, serta berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di UIN Mataram.
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram turut mengambil bagian dalam rangkaian PBAK dengan mendorong agar kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun karakter, wawasan, dan semangat kemahasiswaan.
Presiden Mahasiswa UIN Mataram, Ahmad Hilman Halim, menyampaikan bahwa PBAK merupakan gerbang awal mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi.
“PBAK bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang sebagai mahasiswa. Setelah tiga hari mengenal kampus, lingkungan akademik, dan kehidupan kemahasiswaan, selanjutnya adalah bagaimana mahasiswa baru mampu mengisi perjalanan mereka dengan belajar, berorganisasi, berkarya, dan memberikan kontribusi,” ujarnya.
Presma Tegaskan Kericuhan Terjadi Setelah Prosesi PBAK Ditutup
Menanggapi adanya informasi mengenai kericuhan yang terjadi pada hari terakhir pelaksanaan PBAK, Presiden Mahasiswa UIN Mataram Ahmad Hilman Halim menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan bagian dari prosesi resmi PBAK.
Menurutnya, seluruh rangkaian PBAK telah selesai dan secara resmi ditutup oleh pihak fakultas sebelum kejadian tersebut berlangsung.
“Kami perlu meluruskan bahwa kericuhan yang terjadi bukan terjadi dalam prosesi PBAK. Seluruh rangkaian PBAK telah selesai dan secara resmi ditutup oleh Dekan maupun Kaprodi di masing-masing fakultas. Setelah prosesi penutupan selesai, barulah terjadi kejadian tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembedaan waktu dan konteks tersebut penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai pelaksanaan PBAK Gelombang 3. Selama prosesi resmi PBAK berlangsung, kegiatan berjalan sesuai rangkaian yang telah ditetapkan hingga ditutup oleh masing-masing pimpinan fakultas.
“Kami tidak membenarkan adanya kericuhan. Tetapi kami juga tidak ingin kejadian setelah prosesi resmi PBAK ditutup kemudian dipersepsikan sebagai bagian dari rangkaian PBAK. Secara kelembagaan, prosesi PBAK telah selesai ketika penutupan dilakukan oleh pihak fakultas,” lanjutnya.
Penutupan PBAK Gelombang 3 dilaksanakan secara terpisah di masing-masing fakultas dan secara resmi ditutup oleh Dekan maupun Kaprodi sesuai dengan rangkaian di fakultas masing-masing. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa pengenalan bagi mahasiswa baru sebelum mereka memasuki aktivitas perkuliahan.
DEMA UIN Mataram menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan universitas dan fakultas, panitia, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan PBAK Gelombang 3.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh mahasiswa baru yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari dengan tertib dan antusias.
Berakhirnya PBAK Gelombang 3 menjadi penanda dimulainya perjalanan baru mahasiswa baru sebagai bagian dari civitas akademika UIN Mataram. Mereka diharapkan mampu membawa semangat PBAK ke dalam kehidupan perkuliahan dengan terus belajar, berpikir kritis, berorganisasi, berkarya, serta memberikan kontribusi positif bagi almamater dan masyarakat.


