Mataram, insightntb.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menancapkan taringnya di peta pariwisata nasional.

Advertisement

Kementerian Pariwisata secara resmi menetapkan empat festival unggulan asal NTB masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan atas kekayaan tradisi, namun juga menjadi strategi krusial dalam mempercepat target kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Bumi Gora tahun ini.

Transformasi Budaya Menjadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Keempat agenda yang berhasil lolos kurasi ketat tersebut adalah Festival Rimpu Mantika (Kota Bima), Alunan Budaya Pringgasela (Lombok Timur), Gili Festival (Lombok Utara), dan Maulid Adat Bayan (Lombok Utara).

Pemilihan keempat event ini didasarkan pada tiga pilar utama: manajemen tata kelola yang profesional, pemberdayaan komunitas lokal, serta kemampuan mengintegrasikan atraksi budaya dengan inovasi digital.

Kepala Dinas Pariwisata NTB menegaskan bahwa masuknya event-event ini ke dalam KEN 2026 adalah hasil dari komitmen panjang daerah dalam melakukan kurasi dan pendampingan bagi para pelaku kreatif.

“Kami tidak sekadar menjual pemandangan. Kami menjual narasi dan pengalaman. Rimpu Mantika, misalnya, bukan sekadar busana, melainkan filosofi martabat masyarakat Bima yang kini bertransformasi menjadi magnet wisata global,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Fiskal Melalui Sektor Pariwisata

Di tengah dinamika ekonomi nasional, sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.

Dengan dukungan promosi terintegrasi dari Kementerian Pariwisata, keempat festival tersebut diharapkan mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi UMKM lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga kerajinan tangan khas daerah.

Data internal menunjukkan bahwa setiap event yang masuk dalam daftar KEN memiliki rata-rata peningkatan perputaran uang di sektor informal sebesar 20-30% dibanding tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan keterlibatan stakeholder untuk memastikan durasi tinggal wisatawan (length of stay) dapat mencapai angka ideal, yakni di atas tiga malam.

Digitalisasi dan Keberlanjutan Lingkungan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kurasi KEN 2026 memberikan bobot tinggi pada aspek keberlanjutan atau sustainable tourism.

Panitia penyelenggara di masing-masing lokasi diwajibkan menerapkan sistem manajemen sampah yang ketat serta memanfaatkan platform digital untuk sistem reservasi dan promosi.

Pihak penyelenggara di Lombok Utara, misalnya, telah menyiapkan sistem tiket daring berbasis blockchain untuk Gili Festival guna meminimalisir praktik calo dan memberikan transparansi data bagi pengembang kebijakan.

Selain itu, keterlibatan aktif generasi muda melalui konten-konten kreatif di media sosial diharapkan menjadi garda depan dalam mempromosikan festival ini secara organik.

Pemerintah Provinsi NTB optimis, dengan status KEN 2026, NTB akan tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan yang mencari keseimbangan antara petualangan alam dan kekayaan tradisi.

Masyarakat NTB diundang untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan kreatif, demi memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang berkesan dan kembali datang di masa mendatang.