Lombok Timur, insightntb.com — Desa Sakra akan menjadi pusat perhatian masyarakat Lombok Timur dalam beberapa hari ke depan. Pagelaran Budaya & Tosa Aji Ke-II bertajuk “Samuhita Sakre” dijadwalkan digelar pada 6–8 Agustus 2026 bertempat di Bale Desa Sangkep Sakre. Acara ini digagas sebagai ruang perayaan sekaligus pelestarian warisan budaya lokal, mulai dari kesenian tradisional hingga benda-benda pusaka tosan aji yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Sakra.
Yang menarik, gelaran budaya ini bukan sekadar agenda seremonial desa, melainkan lahir dari inisiatif anak-anak muda. Acara “Samuhita Sakre” dipelopori oleh komunitas Sakre Milenial Bekerisan, yang bergandengan tangan dengan berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan lain di Desa Sakra. Kolaborasi lintas komunitas ini menunjukkan semangat generasi muda yang tidak hanya peduli pada masa depan, tetapi juga berkomitmen menjaga akar budaya leluhur.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan, menyambut positif dan mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, “Samuhita Sakre” adalah bukti nyata bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif warganya, terutama generasi muda.
“Acara ini adalah acara Desa Sakra yang lahir dari semangat anak-anak muda kita sendiri. yang bersama-sama memiliki satu tujuan yaitu memajukan kebudayaan di Desa Sakra. Pemerintah desa sangat mendukung penuh langkah positif seperti ini,” ujar Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap budaya dan sejarah daerahnya sendiri.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Rodiyal Jafar, menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan acara telah rampung dan siap untuk dilaksanakan sesuai jadwal.
“Kami dari panitia telah siap untuk menggelar acara ini. Seluruh persiapan dan upaya telah dilakukan secara maksimal oleh keseluruhan panitia, mulai dari penataan lokasi yang ada dibale sangkep desa, koordinasi antar peguyuban tosan aji lainnya baik di lombok dan diluar pulau lombok, hingga rangkaian acara selama tiga hari pelaksanaan yang dimulai Kirab Samuhita Sakre lalu Pameran Pusaka dari setiap peguyuban hingga pentas seni. Kami berharap masyarakat dapat hadir, berpartisipasi dan menikmati acara gelaran budaya ini karena acara ini milik kita semua” kata Rodiyal Jafar.
Acara ini akan digelar dengan awal, Kirab Samuhita Sakre dengan konsep 4 penjuru yang titik temu di Perempatan Sakra dan di Lanjutkan dengan pentas Gamelan & Teater Tradisonal Amak Abir dan dilanjukan dengan Pembukaan Seremenioal acara lalu pameran Pusaka dan dilanjutkan pada malam untuk Pentas Seni Budaya.
Untuk hari kedua, Pada pagi akan ada Pameran Pelajar sebagai wadah edukasi bagi pelajar di Sekitar Desa Sakre lalu dilanjutkan Pentas Seni Budaya pada malam harinya yang tidak kalah menarik dengan hari pertama dan Hari Ketiga, akan ada pengumuman doprioze dan Pentas seni Budaya juga.
Menambahkan pernyataan Ketua Panitia tersebut, Sekretaris Panitia, Lalu Garin Hidayat, menekankan bahwa kenapa “Samuhita Sakre” sebagai tajuk acara ini. Yang meruapakan bagian dari hasil kerja bersama pemuda-pemudi Desa Sakra yang bersatu padu demi satu visi yang sama.
“Acara ini merupakan upaya bersama yang dilakukan oleh pemuda-pemudi di Desa Sakra, yang bersama-sama berpadu untuk mewujudkannya. Acara kami juga tidak akan digelar sekadar sebagai acara semata, melainkan menjadi wadah bagi kita semua untuk dapat bersama-sama merawat, melestarikan, dan mencintai budaya kita sendiri,” ungkap Lalu Garin Hidayat.
Ditambahkan juga, oleh Ketua Karang Taruna Desa Sakra Sopyan turut menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara ini.
“Benar bahwa kami sebagai Karang Taruna sebagai bagian dari kepanitiaan juga menyambut baik inisiatif kita bersama ini. Kami melihat kolaborasi antar-komunitas pemuda seperti ini sebagai langkah yang sangat positif bagi Desa Sakra, ujar Ketua Karang Taruna Desa Sakra.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat dihadiri oleh masyarakat luas, baik dari Desa Sakra maupun daerah sekitarnya, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan semangat gotong royong lintas generasi.


