Lombok Tengah, insightntb.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) resmi menyerahterimakan inovasi program bedengan terbalik kepada masyarakat di Dusun Pesantek Daye, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pada 10 Juli 2026.

Advertisement

Acara peresmian yang terpusat di lahan pekarangan TK Nurul Irsyad tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan pita, peresmian tugu, serta penanaman bibit cabai secara bersama-sama. Agenda ini dihadiri oleh Tim Pengabdian Unram, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Kepala UPT, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta jajaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Pesantek Daye.

Program ini berhasil membangun 16 unit bedengan terbalik yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan menggerakkan ekonomi hijau di tingkat desa.

Ketua Kelompok KKN PMD Desa Setiling, Irsan Wijaya, menyampaikan apresiasi atas sinergi warga dan pemuda setempat selama proses eksekusi program di lapangan.

“Dukungan penuh dan partisipasi aktif dari warga serta remaja Desa Setiling menjadi kunci utama sehingga pembangunan bedengan terbalik ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Irsan Wijaya dalam keterangannya.

Kolaborasi Inovasi Jepang dan Pengelolaan Pupuk Organik

Inovasi bedengan terbalik ini merupakan hasil adopsi teknologi berbasis kolaborasi dengan pihak Jepang. Pengetahuan teknis yang diterima mahasiswa kemudian disesuaikan dengan karakteristik tanah serta potensi material lokal di Desa Setiling.

Sebelum peresmian, tim KKN Unram juga telah menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik memanfaatkan limbah peternakan warga, seperti kotoran sapi, kambing, dan ayam. Penggunaan pupuk ramah lingkungan ini ditujukan untuk menjaga kesuburan tanah bedengan sekaligus menekan volume limbah lingkungan.

KKN PMD Unram Resmikan Bedengan Terbalik di Desa Setiling
KKN PMD Unram Resmikan Bedengan Terbalik di Desa Setiling

Usai peresmian, seluruh bedengan terbalik diserahterimakan secara simbolis kepada KWT Dusun Pesantek Daye sebagai pengelola utama. Kepala Dusun Pesantek Daye, Zulkarnain, menyambut positif terobosan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya program ini. Selain mengoptimalkan lahan pekarangan yang selama ini menganggur, budidaya tanaman hortikultura seperti cabai diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” ungkap Zulkarnain.

Dukung Pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Inisiatif pemanfaatan lahan pekarangan berbasis sumber daya lokal ini sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan. Program ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Melalui pengelolaan yang konsisten oleh KWT setempat, inovasi bedengan terbalik diharapkan menjadi percontohan kemandirian pangan skala rumah tangga yang dapat direplikasi oleh dusun-dusun lain di wilayah Lombok Tengah.