Selong, insightntb.com – Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X resmi mencapai malam puncak pada Sabtu (25/7). Perhelatan budaya yang telah berlangsung sejak 18 Juli tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi dan identitas masyarakat, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Advertisement

Malam puncak yang dipusatkan di kawasan Tugu Mopra, Pringgasela, itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersama Ketua GOW Lombok Timur Ny. Sri Mahyu Wardani Edwin. Keduanya hadir mendampingi Ketua Dekranasda NTB Ny. Hj. Sinta M. Iqbal.

Turut hadir mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan, serta sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Alunan Budaya Pringgasela Dinilai Berpotensi Gerakkan Ekonomi

Menteri Pariwisata RI yang diwakili Plh. Direktur Poltekpar Lombok Amirosa Ria Satiadji menyampaikan apresiasi kepada Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta masyarakat yang dinilai konsisten membangun sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event berkualitas.

Menurutnya, Alunan Budaya Desa Pringgasela bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan tersebut menjadi bentuk perayaan identitas dan akar budaya yang terus dirawat masyarakat, kemudian dikemas secara kreatif agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Selain memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan kreativitas masyarakat, penyelenggaraan event budaya juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi. Kehadiran wisatawan dapat mendorong aktivitas sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga UMKM dan ekonomi kreatif.

Dengan demikian, event budaya seperti Alunan Budaya Desa Pringgasela dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wabup Lombok Timur Dorong Event Desa Beri Dampak Ekonomi

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan kreatif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menilai setiap event yang diselenggarakan di daerah harus memiliki dampak positif, khususnya terhadap perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Dari 239 desa, kami masih mempunyai potensi yang cukup besar yang terus kita kembangkan untuk bisa mengikuti jejak event yang ada di Pringgasela ini,” jelas Edwin.

Wawancara tambahan

Edwin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong desa-desa di Lombok Timur untuk mengembangkan potensi lokal masing-masing. Menurutnya, kekayaan budaya, tradisi, kreativitas, dan potensi wisata yang dimiliki setiap desa dapat dikemas menjadi kegiatan yang menarik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia berharap keberhasilan Alunan Budaya Desa Pringgasela dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan event berbasis potensi lokal sehingga semakin banyak kegiatan daerah yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan UMKM.

Kain Tenun Pringgasela Jadi Identitas dan Warisan Hidup

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan yang mewakili Gubernur NTB turut mengapresiasi konsistensi masyarakat Pringgasela dalam mempertahankan dan mengembangkan Alunan Budaya Desa.

Menurutnya, masyarakat Pringgasela telah menunjukkan bahwa warisan leluhur dapat terus dipertahankan sekaligus dikemas secara kreatif dan modern.

Salah satu kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Pringgasela adalah kain tenun. Kain tenun Pringgasela tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan doa, sejarah, harga diri, dan identitas masyarakat NTB.

Karena itu, warisan budaya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Kain tenun dan berbagai tradisi lokal perlu dikembangkan sebagai warisan hidup yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Wawancara tambahan

Muhammad Ihwan menyampaikan bahwa pengembangan budaya lokal perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, budaya yang terus hidup dan berkembang akan memiliki nilai strategis apabila mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM, perajin, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh bersama.

Pringgasela Didorong Jadi Contoh Desa Berbasis Budaya

Pemerintah Provinsi NTB berharap Pringgasela dapat menjadi contoh desa yang mampu mengembangkan potensi budaya lokal hingga memiliki daya saing lebih luas.

Pengembangan desa wisata, pelestarian wastra Nusantara, serta pemberdayaan UMKM kreatif menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mendorong pengembangan potensi desa wisata dan ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya lokal.

Hal tersebut sejalan dengan upaya menjadikan budaya bukan hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Malam Puncak Alunan Budaya Tampilkan Seni dan Kreativitas

Malam puncak Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X berlangsung meriah dengan menghadirkan rangkaian pertunjukan seni dan budaya. Beragam penampilan seperti fashion, seni tari, musik, hingga teater menjadi bagian dari perhelatan yang digelar di kawasan Tugu Mopra Pringgasela tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, jajaran Forkopimda, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Penyelenggaraan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi menjadi modal penting untuk menjadikan budaya sebagai identitas sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi daerah.