Opini, insightntb.com – Islam Berkemajuan merupakan paradigma pemikiran dan gerakan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah sebagai manifestasi ajaran Islam yang berorientasi pada kemajuan peradaban, pembaruan (tajdīd), serta kemaslahatan umat manusia.

Advertisement

Konsep ini berpijak pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang senantiasa relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan Sunnah.

Oleh karena itu, Islam tidak hanya dipahami sebagai ajaran yang mengatur aspek ritual semata, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan kebudayaan.

Muhammadiyah memandang bahwa kemajuan merupakan bagian dari spirit Islam. Sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912, Muhammadiyah berupaya mengembalikan umat kepada ajaran Islam yang murni sekaligus mendorong pembaruan dalam kehidupan masyarakat.

Gerakan ini lahir sebagai respons terhadap berbagai persoalan umat, seperti kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, praktik keagamaan yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat, serta lemahnya kualitas sumber daya manusia.

Melalui pendekatan dakwah yang moderat dan berorientasi pada solusi, Muhammadiyah menghadirkan Islam sebagai kekuatan transformasi sosial yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam perspektif Islam Berkemajuan, kemajuan tidak hanya diukur dari aspek material atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, intelektual, dan kemanusiaan.

Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan, menghormati martabat manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, memelihara lingkungan, serta membangun kehidupan yang damai dan berkeadaban.

Dengan demikian, kemajuan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai tauhid, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial.

Karakter utama Islam Berkemajuan tercermin dalam sikap moderat (wasaṭiyyah), toleran, inklusif, serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Muhammadiyah menolak sikap ekstrem, baik dalam bentuk konservatisme yang menutup diri terhadap perubahan maupun liberalisme yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar agama.

Sebaliknya, Muhammadiyah mengembangkan pendekatan ijtihad yang dinamis untuk merespons persoalan-persoalan kontemporer, seperti digitalisasi, kecerdasan buatan, krisis lingkungan, tata kelola pemerintahan, ekonomi syariah, hak asasi manusia, hingga tantangan globalisasi.

Implementasi Islam Berkemajuan diwujudkan melalui amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, kebencanaan, dan dakwah kemasyarakatan.

Ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, serta lembaga sosial yang dikelola Muhammadiyah menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Model dakwah seperti ini menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam (raḥmatan lil-‘ālamīn).

Dalam konteks kebangsaan, Islam Berkemajuan menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Muhammadiyah memandang bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan dapat menjadi titik temu dalam membangun masyarakat yang religius, demokratis, adil, dan sejahtera.

Oleh karena itu, Muhammadiyah aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan masyarakat sipil, serta pengembangan kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan.

Di era global saat ini, Islam Berkemajuan juga menempatkan Muhammadiyah sebagai bagian dari gerakan Islam yang memiliki visi peradaban dunia. Melalui diplomasi kemanusiaan, kerja sama internasional, dan berbagai program sosial lintas negara, Muhammadiyah berupaya menghadirkan wajah Islam yang damai, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Konsep ini menjadi alternatif terhadap berbagai bentuk ekstremisme, radikalisme, intoleransi, maupun sekularisme yang dapat mengancam harmoni kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan organisasi, melainkan paradigma keislaman yang mengintegrasikan kemurnian akidah, pembaruan pemikiran, penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak, serta komitmen terhadap kemajuan peradaban manusia.

Melalui paradigma ini, Muhammadiyah berupaya menghadirkan Islam sebagai agama yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan lokal, nasional, maupun global, sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.