Selong, insightntb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (29/6). Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi utama mewujudkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Ketahanan Keluarga Menjadi Kebutuhan Nasional
Membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, Sekda menegaskan bahwa ketahanan keluarga kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah berbagai tantangan global.
Menurutnya, keluarga Indonesia saat ini menghadapi beragam tekanan, mulai dari kondisi ekonomi, perubahan nilai sosial, hingga derasnya pengaruh dunia digital yang dengan mudah menjangkau anak-anak melalui penggunaan gawai.
“Ketangguhan keluarga adalah fondasi utama bangsa. Jika keluarga kuat, maka bangsa juga akan mampu menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Juaini Taofik saat membacakan sambutan Menteri.
Bonus Demografi Harus Diiringi SDM Berkualitas
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase penting bonus demografi yang menjadi peluang besar menuju Indonesia Emas 2045.
Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pembangunan manusia harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan hingga proses pengasuhan di lingkungan keluarga.
Terdapat tiga pilar utama pembangunan keluarga yang perlu diperkuat, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual.
Ayah Didorong Lebih Aktif Mendampingi Anak
Mengusung tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, pemerintah mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak, baik secara fisik maupun emosional.
Kehadiran seorang ayah dinilai berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kepribadian, dan kestabilan emosi anak.
Para ayah juga diimbau mengurangi penggunaan gawai saat berada di rumah, meluangkan waktu berdialog dengan anak, memberikan perhatian, serta menjadi sahabat terbaik dalam proses tumbuh kembang mereka.
Komitmen Bersama Membangun Generasi Berkualitas
Pemerintah, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak pada keluarga melalui penguatan jaring pengaman sosial dan peningkatan akses layanan dasar bagi masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan pembangunan tetap sangat bergantung pada peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur. Yang paling penting adalah memastikan generasi penerus memiliki karakter, moral, dan mental yang kuat,” demikian pesan Menteri yang dibacakan Sekda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lombok Timur menyampaikan bahwa peringatan Harganas menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
“Keluarga merupakan fondasi pembangunan bangsa. Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan keluarga, kami optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Upacara Harganas ke-32 diikuti para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Sebagian peserta mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol keberagaman sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas.


