Sikur, insightntb.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri penutupan Festival Peresean yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Desa Wisata Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kamis (11/6).

Advertisement

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Kembang Kuning tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat, wisatawan mancanegara, pelaku seni budaya, serta tokoh masyarakat.

Festival yang berlangsung sejak 29 Mei 2026 itu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana promosi potensi wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur.

Peresean Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa Peresean merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sasak yang memiliki nilai historis, filosofi, dan identitas yang kuat.

Menurutnya, keberadaan Peresean tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol keberanian, sportivitas, serta kearifan lokal yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya Peresean harus terus kita jaga dan lestarikan. Tradisi ini merupakan bagian dari identitas masyarakat Sasak yang menjadi kebanggaan Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat,” ujar Bupati.

Ia menilai pelestarian budaya daerah menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Dorong Festival Digelar Lebih Rutin

Bupati berharap Festival Peresean tidak hanya diselenggarakan pada momentum perayaan tertentu, tetapi dapat menjadi agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, semakin sering kegiatan budaya digelar, semakin besar peluang masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan mempertahankan warisan leluhur.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lebih rutin, bahkan hingga empat kali dalam setahun. Dengan demikian, tradisi Peresean akan tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda maupun wisatawan yang berkunjung ke Lombok Timur,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada panitia pelaksana festival.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan budaya sekaligus memotivasi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi daerah.

Menjadi Daya Tarik Wisata Budaya

Festival Peresean tahun ini berlangsung meriah dengan menampilkan para pepadu yang bertanding dalam arena Peresean menggunakan perlengkapan tradisional berupa rotan dan tameng kulit.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal penyelenggaraan hingga penutupan acara. Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan mancanegara juga tampak menyaksikan langsung atraksi budaya yang menjadi ciri khas Pulau Lombok tersebut.

Kepala Desa Kembang Kuning, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa Festival Peresean telah menjadi salah satu agenda unggulan desa wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi event budaya tahunan yang mampu memperkuat posisi Desa Wisata Kembang Kuning sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Perkuat Identitas dan Perekonomian Masyarakat

Selain menjaga kelestarian budaya, Festival Peresean juga dinilai memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Kegiatan budaya yang menghadirkan banyak pengunjung tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang lokal, dan pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan pendapatan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap keberadaan Festival Peresean dapat terus menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas masyarakat Sasak sekaligus mendukung pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning sebagai salah satu destinasi unggulan di Lombok Timur.