Selong, insightntb.com – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Konsumen Syariah (Kopmensyah) Karya Terpadu Madani di Desa Rarang, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (28/6). Kunjungan tersebut disambut Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur Baiq Farida Apriani.
Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan melalui penguatan koperasi berbasis syariah.
Lotim Kenalkan Program Kredit Tanpa Bunga
Dalam sambutannya, Sekda Lombok Timur memaparkan sejumlah program unggulan daerah, salah satunya Lotim Berkembang, program pembiayaan tanpa bunga yang bertujuan memperluas akses permodalan masyarakat sekaligus menekan praktik rentenir.
“Program Lotim Berkembang merupakan upaya pemerintah daerah menghadirkan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan bebas bunga. Program ini juga berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama nasional dalam percepatan akses keuangan daerah,” ujar Juaini Taofik.
Ia menambahkan, konsep kawasan bebas riba yang dikembangkan pemerintah daerah banyak terinspirasi dari praktik yang diterapkan Kopmensyah Karya Terpadu Madani.
“Kami banyak belajar dari Koperasi Karya Terpadu Madani yang konsisten menerapkan prinsip syariah. Semoga koperasi ini terus menjadi contoh bagi koperasi lain dalam membangun ekonomi masyarakat,” katanya.
Wamenkop Apresiasi Perjuangan Koperasi Sejak 1993
Wakil Menteri Koperasi RI memberikan apresiasi kepada Ketua Kopmensyah Karya Terpadu Madani, Hj. Baiq Rusmiati, yang dinilai berhasil membangun koperasi dari kelompok kecil hingga menjadi salah satu koperasi syariah yang berkembang di Lombok Timur.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak terlepas dari semangat gotong royong, tata kelola yang sehat, serta konsistensi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara transparan.
“Kepercayaan anggota merupakan modal terbesar sebuah koperasi. Jika pengurus amanah dan anggota percaya, koperasi akan tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang kuat,” ujar Farida Farichah.
Ia menyebut Kopmensyah Karya Terpadu Madani telah memenuhi dua kunci utama tersebut, sehingga mampu mengelola aset yang kini mencapai lebih dari Rp16,5 miliar.
Dorong Literasi Keuangan dan Cegah Pinjaman Ilegal
Dalam kesempatan itu, Wamenkop juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi ibu rumah tangga, agar tidak mudah terjebak pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan.
“Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga harus terus ditingkatkan. Saya berharap para anggota koperasi dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui layanan simpan pinjam, penyediaan kebutuhan pokok, serta akses pembiayaan yang sehat.
Berawal dari 10 Anggota, Kini Miliki Ribuan Anggota
Sementara itu, Ketua Kopmensyah Karya Terpadu Madani, Hj. Baiq Rusmiati, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI.
Ia menjelaskan koperasi tersebut berawal dari kelompok petani dan nelayan yang hanya beranggotakan 10 orang pada 1993. Setelah resmi berdiri pada 1998, koperasi kini berkembang menjadi 4.902 anggota dengan total aset sekitar Rp20 miliar yang terdiri dari dana dan aset fisik.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan koperasi yang sehat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Rusmiati.
Ia menambahkan, koperasi juga telah memiliki aula dan pusat pelatihan sebagai sarana peningkatan kapasitas anggota serta terus menjalin kemitraan dengan pemerintah maupun berbagai lembaga, termasuk dari luar negeri.
Sinergi Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dan koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


