Selong, insightntb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan Program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND Project) sebagai salah satu program strategis dalam pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membuka Forum Focus Group Discussion (FGD) Exit Strategy Program UPLAND Kabupaten Lombok Timur, Kamis (25/6).
Menurut Sekda, Program UPLAND telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pengembangan sistem pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi serta memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur siap menerima, memperjuangkan, dan melanjutkan Program UPLAND karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani,” tegas Juaini Taofik.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Lembaga Donor Internasional
Dalam kesempatan tersebut, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia yang selama ini konsisten mendampingi pelaksanaan Program UPLAND di daerah.
Program ini didukung melalui skema pembiayaan dari lembaga donor internasional, yakni Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), yang disalurkan melalui pemerintah pusat dalam bentuk hibah kepada daerah.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas petani di Lombok Timur.
Kolaborasi OPD Jadi Kunci Keberhasilan Program
Sekda menjelaskan bahwa keberhasilan Program UPLAND tidak terlepas dari sinergi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pertanian, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Kolaborasi tersebut dinilai mampu memastikan program berjalan secara terintegrasi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengelolaan anggaran.
“Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja bersama. Semua pihak memiliki peran penting dalam memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Tidak Hanya Produksi, UPLAND Fokus pada Hilirisasi dan Pasar
Lebih lanjut, Juaini Taofik menegaskan bahwa Program UPLAND di Lombok Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian (on-farming), tetapi juga memperhatikan aspek hilirisasi (off-farming).
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menciptakan nilai tambah bagi hasil pertanian sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat, terutama dalam pengelolaan pendapatan, pengembangan hilirisasi produk, serta perluasan akses pasar.
“Produksi yang meningkat harus diimbangi dengan manajemen usaha yang baik dan akses pasar yang luas. Di situlah kesejahteraan petani bisa benar-benar meningkat,” jelasnya.
Perkuat Kemitraan dengan Perbankan
Dalam upaya mempercepat dampak ekonomi Program UPLAND, Sekda mendorong kelompok tani dan penerima manfaat untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan sektor perbankan, termasuk Bank NTB Syariah.
Menurutnya, dukungan pembiayaan yang mudah diakses akan membantu petani mengembangkan usaha serta meningkatkan skala produksi dan pemasaran hasil pertanian.
Ia juga meminta OPD teknis untuk terus mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan berbagai peluang yang telah dibangun melalui program tersebut.
Petani Rasakan Manfaat Program UPLAND
Salah seorang penerima manfaat Program UPLAND, M. Saleh, mengaku program tersebut telah membantu petani meningkatkan kualitas budidaya dan pengelolaan usaha pertanian.
“Banyak pelatihan dan bantuan yang kami terima. Selain meningkatkan hasil produksi, kami juga mulai memahami cara mengelola usaha tani agar lebih menguntungkan,” ujarnya.
Menurut Saleh, tantangan berikutnya adalah memperluas akses pasar agar hasil pertanian petani dapat terserap dengan harga yang lebih baik.
“Kami berharap program ini terus berlanjut, terutama dalam pendampingan pemasaran dan pengolahan hasil pertanian,” tambahnya.
Arah Baru UPLAND: Gender, Pascapanen, dan Keberlanjutan
Menutup arahannya, Sekda menegaskan bahwa Program UPLAND kini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian semata, melainkan telah menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah yang melibatkan seluruh unsur pemerintah.
Ia juga mendorong keterbukaan dalam pertukaran data antarinstansi sebagai upaya memperkuat efektivitas program.
Ke depan, Program UPLAND akan diarahkan untuk lebih responsif terhadap isu pengarusutamaan gender, peningkatan pengelolaan hasil pascapanen, serta menjaga keberlanjutan manfaat program dalam jangka panjang.
FGD Exit Strategy Program UPLAND tersebut diikuti oleh perwakilan Bank NTB Syariah, OPD terkait, kelompok tani, serta berbagai penerima manfaat program di Kabupaten Lombok Timur.


