Selong, insightntb.com – Peran dokter dan tenaga medis dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kemajuan pembangunan di Kabupaten Lombok Timur.

Advertisement

Kehadiran tenaga kesehatan tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lombok Timur di Lapangan Tugu, Ahad (26/7). Kegiatan tersebut mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”.

Bupati Apresiasi Pengabdian Dokter

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dokter serta tenaga medis atas kontribusi mereka dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Haerul Warisin, profesi dokter memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan bangsa. Para dokter tidak hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga mengemban tanggung jawab kemanusiaan yang membutuhkan kesiapsiagaan dan dedikasi tinggi.

“Kegiatan yang dilaksanakan IDI Lombok Timur ini sangat luar biasa. Namun lebih dari itu, profesi kedokteran adalah hal yang sangat istimewa bagi kita semua. Kehadiran dokter merupakan bagian dari sejarah bangsa yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Ia menilai pengabdian dokter memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan profesi lainnya. Ketika sebagian besar masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari, dokter tetap dituntut siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi darurat.

Bupati menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa didukung masyarakat yang sehat. Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan Lombok Timur.

“Tidak akan pernah ada kemajuan, terutama di bidang pembangunan, tanpa adanya dokter. Kita ingin maju dan membangun daerah, tetapi tanpa kondisi masyarakat yang sehat, hal itu tidak akan pernah tercapai,” tegasnya.

Dokter Diharapkan Terus Hadir untuk Masyarakat

Selain menyoroti aspek profesional, Bupati juga mengapresiasi sisi humanis yang ditunjukkan para dokter dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Menurutnya, dokter kerap menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan ketika menghadapi persoalan kesehatan. Pelayanan medis yang disertai dukungan dan optimisme dinilai dapat memberikan semangat kepada pasien untuk menjalani proses pengobatan.

Peran tersebut, kata Bupati, menjadi semakin penting dalam membantu masyarakat, termasuk anak-anak di Lombok Timur, memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.

Di sisi lain, Haerul Warisin menyampaikan permohonan maaf apabila pemerintah daerah masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas kesehatan secara optimal. Ia menyebut pemerintah terus melakukan peningkatan dan pembenahan terhadap berbagai fasilitas pendukung pelayanan medis.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada para dokter, khususnya dokter spesialis, yang tetap menjalankan tugas dan pengabdian dengan penuh ketulusan.

“Semoga seluruh dokter senantiasa diberikan kekuatan dan keselamatan dalam bertugas. Apa yang telah bapak dan ibu baktikan insyaallah dicatat sebagai amal jariyah dan mendapat pahala melimpah dari Allah SWT,” tuturnya.

IDI Dorong Peningkatan Kompetensi Dokter

Sementara itu, Wakil Ketua IDI Provinsi Nusa Tenggara Barat Putu Diatmika menegaskan bahwa peringatan HBDI bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari keseharian profesi dokter. Para dokter dituntut untuk selalu siap memberikan pelayanan kesehatan kapan pun masyarakat membutuhkan.

“HBDI ini bukan sekadar seremonial belaka, sebab para dokter pada hakikatnya telah mengabdikan diri setiap hari, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” katanya.

Putu juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan pengurus dan anggota IDI Lombok Timur yang dinilai mampu menghadirkan berbagai gagasan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, ia mendorong organisasi profesi tersebut untuk terus memperkuat kapasitas dan kompetensi para dokter. Peningkatan kemampuan tenaga medis dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.

“Terima kasih atas solidaritas dan inspirasi luar biasa dari rekan-rekan. Fokus utama kita selanjutnya adalah bagaimana terus meningkatkan skill dan kompetensi seluruh dokter agar kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur semakin optimal,” pungkasnya.

HBDI 2026 Diisi Aksi Sosial dan Pelayanan Kesehatan

Plt. Ketua IDI Lombok Timur Ade Anugerah menjelaskan, tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera” memiliki makna yang berkaitan erat dengan penguatan profesi kedokteran sekaligus kontribusinya terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Menurutnya, peringatan HBDI tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan profesi, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Tahun ini kami menggelar berbagai aksi sosial, mulai dari bakti sosial percepatan penurunan angka stunting hingga pelayanan pengobatan gratis. Kami berharap masyarakat yang hadir dapat memanfaatkan layanan ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Ade.

Ia menegaskan, berbagai kegiatan pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian para dokter kepada masyarakat Lombok Timur.

Melalui kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan, IDI Lombok Timur berharap keberadaan dokter dapat memberikan manfaat yang lebih luas, sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan.

Peringatan HBDI Dirangkaikan Jalan Sehat

Rangkaian peringatan HBDI ke-118 juga diisi dengan kegiatan jalan sehat yang sebelumnya dilepas langsung oleh Bupati Lombok Timur.

Peserta memulai perjalanan dari depan Pendopo Bupati dan melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Selong. Rute kemudian melewati persimpangan Kantor DPRD, Simpang Masjid Embung Papak, hingga perempatan sebelum Markas Polres Lombok Timur.

Rombongan selanjutnya berbelok di simpang empat SMPN 1 Selong dan mengakhiri perjalanan di kawasan Lapangan Tugu.

Peringatan HBDI ke-118 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lombok Timur. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi diharapkan mampu memperkuat kompetensi tenaga medis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.