Selong, insightntb.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menunjukkan respons cepat terhadap kondisi infrastruktur jalan.

Advertisement

Saat melintas dari Lenek Lauk menuju Labuhan Haji, Ahad (9/8), Bupati menghentikan kendaraannya setelah melihat ruas jalan berlubang cukup besar di wilayah Lenek Baru, Kecamatan Lenek.

Bupati langsung turun untuk memeriksa kondisi jalan. Di lokasi tersebut terlihat lubang berada di bagian tengah dan salah satu sisi ruas jalan. Sebatang bambu juga tampak dipasang warga sebagai penanda agar pengguna jalan lebih waspada.

Bupati Instruksikan PUPR Segera Cek Lokasi

Usai melihat kondisi jalan, Haerul Warisin langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur melalui sambungan telepon.

Ia meminta jajaran teknis segera melakukan pengecekan lebih lanjut dan mengambil langkah penanganan terhadap ruas jalan yang menghubungkan Lenek Baru menuju Korleko tersebut.

“Pak Kadis, cepat tanggap dan cepat penanganannya,” tegas Haerul saat memberikan instruksi.

Respons tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Jalan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Haerul Warisin mengatakan kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga berpengaruh terhadap berbagai sektor pembangunan.

Akses jalan yang baik, kata dia, dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan.

Infrastruktur jalan juga dinilai berperan dalam mendukung pengembangan pariwisata serta sektor strategis lainnya di Lombok Timur.

“Jalan menjadi kunci utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, kondisi jalan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Haerul.

Pemkab Lombok Timur Percepat Pembangunan Jalan

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini tengah mendorong peningkatan kualitas infrastruktur melalui program percepatan pembangunan jalan dengan skema tahun jamak.

Program tersebut mulai dikerjakan sejak akhir 2025 dan ditargetkan berlangsung hingga 2027. Secara keseluruhan, terdapat 59 ruas jalan dengan total panjang sekitar 165 kilometer yang menjadi bagian dari program pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan.

Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarkawasan serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi berbagai kebutuhan ekonomi.

Respons Cepat Jadi Bagian Evaluasi Infrastruktur

Temuan jalan berlubang yang langsung ditindaklanjuti Bupati menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan persoalan infrastruktur di lapangan dapat segera ditangani.

Kondisi jalan juga menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Karena itu, selain pembangunan jalan melalui program tahun jamak, pemerintah daerah perlu memastikan kerusakan yang muncul di sejumlah ruas dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

Dengan respons cepat terhadap kerusakan jalan, Pemkab Lombok Timur berupaya menjaga konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pariwisata masyarakat.