Selong, insightntb.com –  Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang jujur, amanah, profesional, dan transparan.

Advertisement

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Refleksi Satu Tahun Pengabdian Baznas Lombok Timur yang digelar di halaman Kantor Baznas Lombok Timur, Selasa (21/7).

Menurut Haerul Warisin, keberhasilan Baznas tidak semata-mata diukur dari besarnya dana zakat dan infak yang berhasil dihimpun.

Lebih dari itu, keberadaan Baznas harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam refleksi ini kita tidak hanya gembira mendengar capaian Rp24 miliar atau peningkatan itu, tetapi yang tentu sangat kita senangi adalah bagaimana informasi dari luar yang kita dengar adalah banyak orang-orang sedih jadi senyum, orang sakit terbantukan, dan orang-orang sengsara dapat mengurangi kesengsaraan mereka. Itu yang paling pokok, dan tentunya ini semua tugas kita,” ujar Bupati.

Baznas Lombok Timur Himpun Dana Rp24 Miliar Lebih

Dalam refleksi satu tahun pengabdian, Ketua Baznas Lombok Timur Muhammad Kamli melaporkan lembaganya berhasil menghimpun dana lebih dari Rp24 miliar selama satu tahun terakhir.

Dana tersebut terdiri atas zakat sebesar Rp17 miliar, infak lebih dari Rp1 miliar, serta dana CSR dan dana sosial keagamaan lainnya yang mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Muhammad Kamli menegaskan, dana yang berhasil dihimpun tersebut sepenuhnya merupakan amanah masyarakat Lombok Timur yang harus dikelola dan disalurkan secara bertanggung jawab.

“Besarnya dana yang dihimpun ini bukan milik negara, bukan milik pemerintah, dan bukan pula milik amil. Dana ini sepenuhnya merupakan milik masyarakat Lombok Timur yang harus kami kelola dan salurkan sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan para penerima manfaat,” kata Muhammad Kamli.

Sepanjang periode tersebut, Baznas Lombok Timur juga telah memberdayakan 110 amilin dan amilat. Selain itu, Baznas menjalin kerja sama strategis dengan 11 mitra yang berasal dari perusahaan swasta maupun badan hukum publik, termasuk BPJS, BUMD, BUMN, Perum BULOG, serta sejumlah lembaga lainnya.

Target Pengumpulan Zakat Rp31 Miliar untuk RKT 2027

Bupati Lombok Timur mengapresiasi peningkatan penghimpunan dana yang dicapai Baznas. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk cepat berpuas diri.

Menurutnya, Lombok Timur memiliki potensi zakat yang besar sehingga masih diperlukan kerja keras dan inovasi berkelanjutan agar penghimpunan serta penyaluran zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Untuk itu, Bupati menargetkan Baznas Lombok Timur mampu menghimpun dana sedikitnya Rp31 miliar dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2027.

Dana tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program pelayanan sosial, salah satunya pengadaan 10 unit ambulans. Rencananya, setiap ambulans akan melayani dua kecamatan dan dapat dimanfaatkan masyarakat kurang mampu melalui nomor kontak layanan siaga.

“Target Rp31 miliar ini bukan sekadar angka. Kami ingin dana yang dihimpun benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang nyata dan dibutuhkan. Salah satunya adalah penyediaan ambulans agar masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pelayanan kedaruratan dengan lebih cepat,” ujar Haerul Warisin.

Baznas Diminta Perkuat Transparansi dan Profesionalisme

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama dalam pengelolaan zakat. Ia meminta seluruh jajaran Baznas Lombok Timur menjaga soliditas internal serta menghindari sikap saling curiga yang dapat mengganggu kinerja lembaga.

Selain itu, Baznas didorong untuk meningkatkan edukasi kepada para pelaku usaha dan masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Baznas harus tampil sebagai lembaga yang jujur, profesional, transparan, dan amanah,” tegasnya.

Haerul Warisin menilai kehadiran Baznas turut membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial, terutama dalam memberikan bantuan kedaruratan kepada masyarakat. Mekanisme penyaluran bantuan melalui Baznas dinilai dapat dilakukan lebih cepat karena tidak terbebani proses birokrasi yang panjang.

Ia juga mengingatkan bahwa zakat dan sedekah memiliki dimensi sosial dan spiritual yang luas. Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi sarana distribusi harta dari masyarakat yang mampu kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan keberkahan, ketenangan, dan kesejahteraan di tengah masyarakat.

Baznas Lombok Timur Gandeng Perum BULOG

Rangkaian Refleksi Satu Tahun Pengabdian Baznas Lombok Timur juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Baznas Lombok Timur dan Perum BULOG Cabang Lombok Timur.

MoU tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur bersama pimpinan Perum BULOG Cabang Lombok Timur.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat tata kelola program Baznas di daerah.

Bantuan Disalurkan kepada Penerima Manfaat

Pada kegiatan tersebut, Bupati Lombok Timur bersama Ketua Baznas juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat.

Bantuan diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petugas kebersihan, serta pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sektor pertanian.

Selain bantuan, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah muzakki yang dinilai konsisten memberikan kontribusi dalam mendukung pengelolaan zakat di Lombok Timur. Penghargaan tersebut diberikan kepada Sekretaris Daerah Lombok Timur, PT Selaparang Finansial, dan PT Bank NTB Syariah.

Luncurkan Baznas Smart untuk Perkuat Layanan Digital

Puncak kegiatan refleksi ditandai dengan peluncuran aplikasi Baznas Smart atau B-Smart. Inovasi digital ini dirancang untuk memudahkan sekaligus mempercepat proses administrasi dan tata kelola layanan Baznas Lombok Timur.

Melalui B-Smart, proses surat-menyurat, pengelolaan proposal, hingga pengintegrasian data muzakki dan mustahik dapat dilakukan secara digital. Aplikasi tersebut juga mendukung proses rekapitulasi penerimaan dana zakat dan infak.

Kehadiran B-Smart diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

Refleksi satu tahun pengabdian Baznas Lombok Timur tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur PT Bank NTB Syariah, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Dewan Syariah Baznas Lombok Timur, Satuan Audit Internal (SAI), serta para penerima manfaat.