Opini, insightntb.com – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Merah putih kembali berkibar, lagu kebangsaan kembali dinyanyikan, dan sejarah kembali mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bangsa ini dibayar dengan pengorbanan yang tidak sedikit.

Advertisement

Namun setelah delapan dekade, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan. Ia harus terus dipertanyakan: Apakah kemerdekaan telah benar-benar menghadirkan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat?

Kemerdekaan bukan sekadar upacara, bukan pula hanya tentang kibaran merah putih di angkasa. Kemerdekaan adalah tentang sejauh mana setiap anak bangsa mampu berdiri dengan martabatnya, mendapatkan pendidikan yang layak, hidup dengan kesejahteraan, dan berjalan dalam ruang sosial yang adil. Sebab bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang terbebas dari penjajahan, tetapi bangsa yang mampu membebaskan rakyatnya dari kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan.

Merekahlah Nusantara, dari ruang-ruang pendidikan yang mencerdaskan.

Di negeri yang kaya akan sumber daya manusia, masih ada anak-anak yang harus belajar dengan keterbatasan fasilitas, guru yang berjuang di tengah ketimpangan, dan pendidikan yang terkadang lebih sibuk mengejar angka daripada membentuk manusia. Sekolah semestinya menjadi tempat tumbuhnya nalar, karakter, kreativitas, dan keberanian untuk berpikir. Pendidikan tidak boleh menjadi privilese bagi mereka yang mampu membayar lebih, tetapi harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk menjemput masa depannya.

Merekahlah Nusantara, dari ekonomi yang menghadirkan kesejahteraan.

Kemerdekaan terasa hambar ketika pertumbuhan ekonomi hanya terbaca dalam angka, sementara sebagian rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Ketika petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan pekerja informal belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan, maka tugas kemerdekaan belum selesai. Ekonomi Indonesia harus tumbuh bukan hanya ke atas, tetapi juga menyebar ke bawah, bukan sekadar menghasilkan kekayaan, tetapi memastikan kekayaan itu menghadirkan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat.

Merekahlah Nusantara, dari kehidupan sosial yang manusiawi.

Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, kita jangan sampai kehilangan kepedulian. Jangan sampai tetangga menjadi asing, kemiskinan menjadi tontonan, perundungan dianggap candaan, dan perbedaan berubah menjadi alasan untuk saling membenci. Indonesia dibangun oleh keberagaman yang dipersatukan oleh cita-cita. Maka kemerdekaan harus melahirkan masyarakat yang saling menjaga, bukan saling menjatuhkan; yang menguatkan, bukan menyingkirkan.

Dan Merekahlah Nusantara, dari bumi yang kembali kita rawat.

Sebab apa arti kemerdekaan jika hutan terus kehilangan pohonnya, sungai berubah menjadi tempat pembuangan, laut dipenuhi sampah, tanah semakin rusak, dan bencana ekologis terus mengancam kehidupan masyarakat?

Kita sedang berhadapan dengan krisis ekologis yang tidak mengenal batas kelas sosial. Banjir merendam rumah rakyat, longsor mengancam permukiman, kekeringan mengganggu kehidupan petani, sementara deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam terus meninggalkan jejak kerusakan.

Alam bukan sekadar komoditas yang dapat terus dieksploitasi demi pertumbuhan ekonomi. Ia adalah ruang hidup yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Jangan sampai pembangunan hari ini menjadi hutang ekologis yang harus dibayar oleh anak cucu kita.

Hari ini, merah putih kembali berkibar. Namun pertanyaan terbesar bukanlah “Sudah berapa lama kita merdeka?” Melainkan: “Sudah sejauh mana kemerdekaan itu dirasakan oleh seluruh rakyat?”

Karena kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan. Ia adalah amanah yang harus terus diperjuangkan.

Maka mari kita rawat negeri ini dengan ilmu.
Kita kuatkan dengan keadilan. Kita Kokohkan dengan kesejahteraan. Dan Kita jaga dengan kepedulian.

Dari sekolah-sekolah yang melahirkan generasi pembaharu, dari desa-desa yang terus bertumbuh, dari tangan para pekerja yang tak kenal lelah, dari pemuda yang berani bersuara dan bergerak, di sanalah wajah Indonesia masa depan sedang ditempa.

Merekahlah Nusantara.

Bukan hanya sebagai bangsa yang pernah merdeka, tetapi sebagai bangsa yang terus memerdekakan rakyatnya.

Merekahlah Nusantara dengan pendidikan yang mencerdaskan, ekonomi yang menyejahterakan, dan kehidupan sosial yang memanusiakan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81
Merdeka hari ini, berdaulat hari ini, dan sejahtera untuk seluruh negeri. Allahu Akbar!!!


Penulis adalah Muhammad Yusril Kurniawan, Ketum DPC KAMMI Kota Mataram