Selong, insightntb.com – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan bahwa pendidikan dan sosial merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masyarakat yang maju dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Milad ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor yang dirangkaikan dengan wisuda hafalan santri Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Sirzam Pancor, Sabtu (11/4).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan RTQ Sirzam Pancor tersebut dihadiri Rektor Universitas Hamzanwadi, para tuan guru, alim ulama, pembina lembaga, wali santri, serta ratusan santri dan masyarakat.
Filosofi NWDI: Pendidikan dan Sosial Tidak Bisa Dipisahkan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyoroti filosofi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang selama ini menempatkan pendidikan dan sosial sebagai dua pilar utama dalam membangun masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial hanya dapat diselesaikan secara efektif apabila ditangani oleh sumber daya manusia yang memiliki pendidikan dan pemahaman yang memadai.
“Di lingkungan NWDI, pendidikan dan sosial selalu berjalan beriringan. Pendidikan menjadi fondasi utama karena persoalan-persoalan sosial hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik,” ujar Edwin.
Ia menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang mampu menghadapi tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi di masa depan.
Sekolah Rakyat Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
Sejalan dengan program nasional yang menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mengembangkan berbagai program pendidikan yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Salah satu program yang tengah berjalan adalah Sekolah Rakyat, sebuah model pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang saat ini berpusat di Kecamatan Lenek.
Menurut Wakil Bupati, program tersebut telah menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.
“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik. Pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan dukungan lahan untuk pengembangan Program Sekolah Garuda yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Literasi Masyarakat Penting Hadapi Informasi Digital
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti fenomena kepanikan masyarakat terkait isu kelangkaan gas elpiji yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Ia menilai penyebaran informasi yang masif melalui media sosial sering kali memicu kepanikan di tengah masyarakat sehingga berdampak pada perilaku konsumsi yang tidak terkendali.
“Kondisi pasokan yang sebenarnya masih dapat dikendalikan menjadi lebih sulit karena munculnya panic buying akibat informasi yang beredar secara cepat di media sosial,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan literasi digital masyarakat menjadi sangat penting agar informasi yang diterima dapat disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan keresahan yang berlebihan.
Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
Selain persoalan distribusi gas, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat mulai membiasakan pola hidup hemat energi sebagai langkah menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan pasokan energi nasional.
Ia menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG serta meningkatnya kebutuhan energi membuat kesadaran masyarakat dalam mengelola konsumsi energi menjadi sangat penting.
“Kesadaran untuk tidak boros energi harus mulai dibangun bersama. Dengan penggunaan energi yang lebih bijak, stabilitas ekonomi keluarga maupun daerah dapat lebih terjaga,” ungkapnya.
LPS Sirzam Kembangkan Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an
Sementara itu, Ketua Panitia Milad LPS Sirzam, Mursidin, menjelaskan bahwa peringatan milad tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya ujian hafalan Al-Qur’an untuk kategori 3 juz, 5 juz, hingga 10 juz.
Selain itu, lembaga tersebut juga sukses menggelar Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat lembaga yang berlangsung pada 7–9 April.
Menurutnya, LPS Sirzam yang awalnya hanya berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur’an kini berkembang menjadi lembaga pembinaan tahfidz yang lebih terstruktur dan profesional.
“Alhamdulillah saat ini kami membina lebih dari 100 santri yang mengikuti berbagai program pendidikan Al-Qur’an dan tahfidz secara berkelanjutan,” jelas Mursidin.
Wujudkan Generasi Qurani dan Peduli Sosial
Melalui peringatan Milad ke-4 tersebut, LPS Sirzam Pancor diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menilai keberadaan lembaga pendidikan berbasis masyarakat seperti LPS Sirzam menjadi mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mendukung terwujudnya Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan).


