Mataram, insightntb.com – Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) NTB, Herianto, angkat bicara guna menepis berbagai opini negatif yang belakangan menyudutkan Wakil Ketua DPR RI, Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H., M.T.

Advertisement

Herianto menegaskan bahwa kontribusi politik Bendahara Umum DPP Partai Golkar tersebut sangat nyata dan telah dirasakan langsung oleh masyarakat di Pulau Lombok.

Saat diwawancarai awak media di Mataram, Herianto menyayangkan adanya tuduhan yang menyebut legislator dari Fraksi Partai Golkar itu tidak berkontribusi bagi NTB. Menurutnya, penilaian tersebut sangat tidak objektif dan menutup mata dari fakta yang ada di lapangan.

“Sebagai anak muda asli Lombok, saya merasa perlu berbicara secara jujur dan objektif kepada publik. Hari ini masyarakat tidak butuh framing politik ataupun narasi kosong. Masyarakat hanya melihat siapa yang benar-benar bekerja dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” ungkap Herianto, Jumat (22/5/2026).

Ribuan Program Bedah Rumah dan Bantuan Listrik Desa

Herianto membeberkan salah satu program andalan yang paling dirasakan masyarakat kecil adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Pada tahun 2026, sebanyak 3.700 unit rumah layak huni berhasil diperjuangkan untuk NTB, di mana 1.400 unit di antaranya dialokasikan khusus di Pulau Lombok dengan nilai renovasi sekitar Rp20 juta per rumah.

Selain papan, sektor infrastruktur energi dasar juga menjadi fokus utama. Sari Yuliati berhasil mengawal program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis yang menyasar hingga 12.300 rumah tangga di NTB, termasuk ribuan keluarga penerima manfaat di wilayah Lombok Timur.

Pendidikan Karakter: Ribuan Beasiswa PIP dan Perjuangan Guru Swasta

Di bidang pendidikan, perhatian legislator senayan ini dinilai sangat masif, baik pada sektor pendidikan umum maupun keagamaan. Beberapa poin penting yang berhasil dikawal di tingkat pusat meliputi: Beasiswa PIP sebanyak 2.294 beasiswa Program Indonesia Pintar berhasil disalurkan untuk pelajar di 99 sekolah di Pulau Lombok.

Selain itu Herianto juga membeberkan beberapa program seperti: Kesejahteraan Guru Swasta dengan mengawal langsung aspirasi guru madrasah dan guru swasta di NTB terkait kejelasan status PPPK dan Fasilitas Keagamaan dengan memperjuangkan dana rehabilitasi masjid, bantuan pondok pesantren, serta sarana pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda di Lombok.

Pemerataan Sanitasi, Air Bersih, dan Infrastruktur Pertanian

Guna mendukung jalannya roda ekonomi pedesaan, Herianto memaparkan bahwa program berbasis lingkungan seperti SANIMAS dan PAMSIMAS dikucurkan untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih di desa-desa pelosok Lombok.

Perjuangan juga menyentuh sektor agraria melalui pengadaan jaringan irigasi pertanian, pembuatan sumur bor, pengairan desa, serta pemeliharaan akses jalan produksi lewat program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Infrastruktur ini dinilai krusial lantaran mayoritas masyarakat Lombok menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Di akhir keterangannya, Herianto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dan menilai figur pemimpin berdasarkan rekam jejak kerja nyata, bukan dari kegaduhan di media sosial.

“Politik sejatinya bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang paling nyata manfaatnya untuk rakyat,” tutupnya.