Selong, insightntb.com – Sebanyak 60 pedagang di Pasar Tenten Gandor SMART menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur.
Bantuan melalui program unggulan bidang ekonomi bertajuk Mustahik Mandiri Sejahtera tersebut masing-masing bernilai Rp1,5 juta atau total Rp90 juta.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Senin (19/10) dan dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian komunitas pedagang Pasar Tenten sebagai kelompok UMKM binaan BAZNAS Lombok Timur.
Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya untuk membantu pelaku usaha kecil mengembangkan modal dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Bupati Apresiasi Bantuan yang Menyentuh Pedagang Kecil
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengapresiasi langkah BAZNAS Lombok Timur yang menghadirkan program bantuan secara langsung kepada masyarakat, khususnya pedagang kecil di lingkungan pasar.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian yang nyata karena bantuan disalurkan hingga menyentuh pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan.
“Ini adalah hal yang sangat bagus yang sama-sama kita saksikan. Tidak pernah sebelumnya masuk ke pasar-pasar, masuk ke rumah-rumah sempit,” ujarnya.
Bupati berharap program serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup melalui dukungan pemerintah dan lembaga pengelola zakat.
Pedagang Diminta Jaga Kebersihan Pasar
Selain memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Ia menyoroti kondisi saluran air yang masih dipenuhi sampah plastik dan berpotensi menimbulkan pencemaran serta menjadi sumber penyakit.
“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran tambahan khusus untuk menangani sampah. Jangan sampai masyarakat abai,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati meminta camat dan seluruh jajaran terkait agar meningkatkan koordinasi serta memastikan kebersihan lingkungan pasar terpelihara setiap hari.
Ia menilai keberhasilan pengembangan pasar tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Bantuan Rp1,5 Juta Harus Digunakan untuk Modal Usaha
Kepada para penerima bantuan, Bupati berpesan agar dana sebesar Rp1,5 juta dimanfaatkan secara bijak dan benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif maupun membayar utang.
Menurutnya, bantuan modal tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi pedagang untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
“Dimanfaatkan dengan baik. Jika modal berkembang, jangan lupa sisihkan untuk zakat,” pesannya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Timur terus berupaya menghadirkan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Sejak 2025, pemerintah daerah telah menjalankan sejumlah program bantuan sosial, mulai dari bantuan bagi warga sakit, bantuan perumahan, hingga dukungan bagi kelompok masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memutus rantai praktik rentenir yang selama ini menjadi salah satu beban bagi pelaku usaha kecil.
BAZNAS Dorong Mustahik Menjadi Muzaki
Sebelumnya, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Hamidi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan bidang ekonomi bernama Mustahik Mandiri Sejahtera.
Program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan dukungan permodalan agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, pada hari ini sebanyak 60 orang pedagang yang berjualan di tempat ini mendapat bantuan dari BAZNAS Kabupaten Lombok Timur. Ini merupakan ikhtiar luar biasa dari Bapak Bupati untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, khususnya para pedagang di pasar ini,” ujarnya.
Hamidi menerangkan bahwa dana bantuan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS. Melalui program tersebut, penerima bantuan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan, tetapi juga berkembang menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Ia berharap para mustahik yang saat ini menerima bantuan suatu saat dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pihak yang menunaikan zakat.
“Sesuai dengan programnya, diharapkan yang sekarang menerima, ke depan dapat menjadi pemberi. Itulah tujuan disyariatkannya zakat dalam Islam. Dengan zakat, insya Allah semua terangkat derajatnya, khususnya kaum muslimin,” harapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Lombok Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, perwakilan Dandim 1615, Kapolsek, lurah, serta Camat Selong.


