Mataram, insightntb.com – Menyikapi dinamika politik dan kebutuhan penguatan kader di tingkat akar rumput, Ketua Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Nusa Tenggara Barat (NTB), Herianto, secara resmi melemparkan gagasan visioner terkait transformasi sistem kaderisasi di tubuh sayap pemuda Partai Golkar.

Advertisement

Ia mengusulkan agar pendidikan dan pelatihan (Diklat) nasional AMPG tidak lagi sentralistik di pusat, melainkan menggunakan skema “Diklat Nasional Roadshow” atau tuan rumah bergilir di daerah-daerah.

Gagasan ini lahir sebagai bentuk otokritik konstruktif sekaligus solusi atas keresahan para kader di bawah. Selama ini, agenda berskala nasional seperti Diklat Nasional atau Diklatsus yang hampir selalu terpusat di ibu kota (Jakarta) dinilai memiliki sejumlah keterbatasan.

“Ketika diklat hanya terpusat di Jakarta, ada keterbatasan ruang gerak bagi kader-kader muda di daerah. Karena kendala jarak, biaya mobilitas, dan kuota, seringkali hanya segelintir perwakilan daerah yang bisa hadir. Akibatnya, atmosfer pergerakan nasional, transfer keilmuan, dan pembentukan mental militansi tidak tersalurkan secara utuh hingga ke ranting atau akar rumput,” tegas Herianto.

Untuk memecah kebuntuan tersebut, Herianto menyarankan AMPG mengambil inspirasi dari miniatur konsolidasi gerakan kepemudaan dan mahasiswa, seperti kelompok Cipayung, yang sukses menerapkan sistem Tuan Rumah Bergilir pada perhelatan nasionalnya, seperti Munas atau Kongres.

Lebih lanjut, ia memaparkan empat nilai strategis yang akan didapatkan Partai Golkar jika skema Diklat Nasional Roadshow ini diimplementasikan:

1. Pemerataan Keilmuan dan Relasi: Jika sistem digilir setiap tahun, seluruh kader di daerah berkesempatan merasakan atmosfer perhelatan nasional, mendapatkan keilmuan setara pusat, dan membangun relasi politik lintas wilayah secara langsung.

2. Pemicu Konsolidasi Masif: Penunjukan daerah sebagai tuan rumah akan memantik struktur partai dan sayap organisasi untuk merapikan barisan dan memanaskan mesin partai hingga ke tingkat RT/RW.

3. Show of Force Partai Golkar: Menjadi ajang unjuk kekuatan yang positif di mata masyarakat lokal, membuktikan bahwa beringin muda (AMPG) hadir dan memegang kendali pergerakan pemuda di wilayah tersebut.

4. Uji Kemandirian Daerah: Memacu iklim kompetitif antar-PD AMPG se-Indonesia untuk berlomba membenahi infrastruktur organisasinya agar layak terpilih sebagai tuan rumah.

Sebagai bentuk komitmen nyata dari usulan ini, Herianto menegaskan bahwa PD AMPG NTB siap menjadi inisiator sekaligus pilot project.

“Kami di PD AMPG NTB menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah perdana pelaksanaan Diklat Nasional atau Diklatsus gelombang pertama. Dengan kesiapan infrastruktur dan basis kader yang solid, NTB siap menjadi kawah candradimuka bagi kader beringin nusantara,” ujar Herianto.

Melalui usulan ini, Herianto berharap Pimpinan Pusat (PP) AMPG dan DPP Partai Golkar dapat mempertimbangkan skema desentralisasi kaderisasi ini sebagai kebijakan strategis partai.

“Ide ini bukan sekadar pemindahan lokasi acara, melainkan transformasi paradigma pengkaderan. Untuk merebut kembali simpati rakyat dan meraih kejayaan Partai Golkar di Pemilu 2029, kekuatan harus dibangun dari bawah. Tidak boleh ada kader muda potensial di daerah yang tertinggal dari pusaran pergerakan partai,” tutupnya.