Sumbawa, insightntb.com – Musibah tenggelam menimpa empat orang santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, saat berenang di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (14/10/2026).
Dalam insiden tersebut, satu orang santri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga orang rekan korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan.
Camat Lunyuk, Anhuyas, S.STP., M.Si., mengonfirmasi bahwa rombongan santri yang berjumlah 12 orang tersebut sejatinya berada di Kecamatan Lunyuk dalam rangka menjalankan misi siar agama (jaulah dakwah).
Rombongan berangkat dari Masjid Desa Perung menuju lokasi pantai menggunakan mobil pikap sekitar pukul 07.30 WITA. Musibah terjadi sekitar pukul 08.50 WITA saat sebagian dari mereka mandi dan berenang di hempasan ombak pantai setempat.
“Mereka datang ke sini untuk jaulah dakwah. Setelah tiba di pantai, rombongan berrekreasi dan sebagian mandi di laut. Sekitar pukul 08.50 WITA, empat orang mengalami musibah tenggelam. Satu ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian,” terang Anhuyas, Rabu (14/10/2026).
Satu korban tewas atas nama Ahmad Santoso (21) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil dievakuasi ke Puskesmas Lunyuk, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, tiga santri lain yang terseret arus dan belum ditemukan yakni Muhammad Za’in (17) Santri kelahiran Palembang, berdomisili di Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Kemudian, Muhammad Khairuridwan (19) Santri kelahiran Jakarta, berdomisili di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten dan Muhammad Yusuf Al Mulaik (20) Santri kelahiran Ponorogo, berdomisili di Desa Wonokerto, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Guna memaksimalkan upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue), Pemerintah Kecamatan Lunyuk langsung berkoordinasi dengan Pemdes Emang Lestari, Pemdes Perung, unsur TNI-Polri, tenaga medis, serta tim penyelamat dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan Basarnas.
Pihak kecamatan terus mengawal perkembangan penanganan musibah di lapangan serta menyampaikan pembaruan laporan secara berkala kepada Bupati Sumbawa.


