Selong, insightntb.com – Di tengah tantangan ekonomi nasional dan ketidakpastian global, Kabupaten Lombok Timur berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Lombok Timur mencapai 7 persen di luar sektor pertambangan, tertinggi di Pulau Lombok.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Yayasan Shirotul Khair Ambung di Kecamatan Masbagik Timur, Sabtu (6/6).
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Pulau Lombok
Bupati menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi secara nasional maupun global.“Untuk wilayah Pulau Lombok, pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di Lombok Timur dengan angka 7 persen di luar sektor tambang.
Berbeda dengan Kabupaten Sumbawa Barat yang mencapai sekitar 30 persen karena didorong industri pengolahan dan smelter PT Amman Mineral, Lombok Timur bertumpu pada sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi,” ujar Haerul Warisin.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Lombok Timur dan berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Bupati Ajak Masyarakat Berikan Data Akurat kepada BPS
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi saat didatangi petugas BPS dalam kegiatan pendataan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk tingkat kemiskinan ekstrem, kemiskinan, hingga kelompok masyarakat yang telah sejahtera.
“Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan. Jika data yang diberikan tidak sesuai, maka perencanaan program dan bantuan yang disalurkan juga berpotensi tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Pendidikan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah
Selain menyoroti capaian ekonomi, Bupati juga menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan di Lombok Timur.
Ia mengapresiasi kontribusi para ulama dan tokoh agama yang selama ini aktif membangun lembaga pendidikan, baik berbasis pondok pesantren maupun sekolah umum.
“Peran para Tuan Guru dan ulama sangat besar dalam memajukan pendidikan. Tanpa semangat mereka membangun sarana pendidikan, masa depan generasi Lombok Timur tentu akan menghadapi tantangan yang lebih berat,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Lombok Timur memiliki ribuan satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Untuk jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat saja jumlahnya mencapai ratusan sekolah.
Karena itu, Pemkab Lombok Timur terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui dukungan pemerintah pusat maupun daerah.
Pemkab Siapkan Bantuan untuk Yayasan Shirotul Khair
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memastikan pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang mengajukan bantuan pembangunan.
Ia menyebut seluruh proposal bantuan yang masuk dari pondok pesantren telah mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
“Insyaallah, termasuk Yayasan Shirotul Khair Ambung. Anggarannya sudah tersedia dan akan segera direalisasikan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati juga berjanji akan menyalurkan bantuan semen untuk mendukung pembangunan gedung yayasan tersebut.
Apresiasi untuk Tuan Guru dan Tokoh Pendidikan
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tuan Guru, pengurus yayasan, dan tokoh pendidikan yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur.
Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Timur, pengurus Yayasan Shirotul Khair Ambung, para Tuan Guru, kepala desa, serta masyarakat setempat.


