Selong, insightntb.com – Program tersebut menjadi bagian dari prioritas nasional pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul.

Advertisement

Peresmian yang mengusung tema “Wujudkan Sekolah Asri” dipusatkan di halaman SMKN 1 Sikur usai agenda peresmian Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB L. Muhammad Iqbal serta Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik.

Adapun sekolah yang diresmikan meliputi tingkat SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Untuk jenjang dasar dan menengah pertama antara lain SDN 3 Montong Betok, SDN 2 Rakam, SMPN 5 Sikur, dan SMPN Satap 2 Pringgabaya. Sementara pada jenjang menengah atas dan pendidikan khusus meliputi SMAN 1 Montong Gading, SMAN 1 Sukamulia, SMKN 1 Selong, SMKN 1 Sikur, SLBN 1 Lombok Timur, dan SLBN 2 Lombok Timur.

Revitalisasi Sekolah di NTB Capai Rp527 Miliar

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang tetap antusias menghadiri kegiatan meski berlangsung pada hari libur.
Ia menjelaskan, program revitalisasi pendidikan merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya membangun SDM unggul, sehat, dan kompetitif melalui sektor pendidikan.

“Pendidikan menjadi fondasi utama untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan. Karena itu pemerintah hadir melalui revitalisasi sekolah dan penguatan kualitas pembelajaran,” ujar Abdul Mu’ti.

Pada tahun anggaran 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan bantuan revitalisasi fisik senilai lebih dari Rp527 miliar untuk 531 sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut mencakup: 69 satuan PAUD, 227 SD, 107 SMP60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, serta 11 PKBM/SKB.

Khusus di Kabupaten Lombok Timur, program revitalisasi menyasar 87 sekolah dengan total bantuan lebih dari Rp105 miliar. Seluruh pembangunan fisik disebut telah rampung 100 persen.
Digitalisasi Pendidikan Jadi Fokus Pemerintah

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga memperkuat transformasi digital pendidikan melalui distribusi perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 7.080 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di NTB. Dari jumlah tersebut, Lombok Timur memperoleh 1.739 unit dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp47 miliar.

Menurut Abdul Mu’ti, teknologi pembelajaran harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, namun keberadaan guru tetap menjadi elemen utama pendidikan.

“Secanggih apa pun teknologi yang dimiliki sekolah, peran guru tidak akan pernah tergantikan. Karena itu peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Guru dan Kepala Sekolah Sambut Positif Program Revitalisasi

Kepala SMKN 1 Sikur, Ahmad Zaini, menyebut revitalisasi sekolah membawa dampak signifikan terhadap kenyamanan dan motivasi belajar siswa.

“Dengan fasilitas baru dan dukungan perangkat digital, proses pembelajaran menjadi jauh lebih efektif. Siswa juga lebih semangat mengikuti kegiatan belajar,” katanya.

Sementara itu, salah seorang guru SMPN 5 Sikur, Nurhayati, menilai bantuan pemerintah tidak hanya memperbaiki infrastruktur sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tenaga pendidik.

“Kami merasa lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan pembelajaran berbasis AI,” ujarnya.

Penguatan Karakter dan AI Jadi Arah Baru Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Program itu diarahkan untuk membentuk budaya disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif siswa secara berkelanjutan.

Selain itu, kementerian juga tengah menyiapkan penguatan kompetensi digital melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan coding bagi guru maupun siswa.

Ke depan, mata pelajaran AI dan coding direncanakan menjadi pelajaran wajib apabila kesiapan guru dan sarana pendidikan telah merata di seluruh daerah.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai memperkuat kemampuan bahasa Inggris guru SD karena mata pelajaran tersebut akan kembali diwajibkan pada jenjang sekolah dasar mulai tahun depan.

TKA Jadi Instrumen Evaluasi Mutu Pendidikan

Terkait Tes Kompetensi Akademik (TKA), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tes tersebut bukan syarat kelulusan dan tidak bersifat wajib.

Meski demikian, tingkat partisipasi siswa secara nasional mencapai 80 hingga 90 persen.

Menurutnya, hasil TKA dapat menjadi instrumen penting untuk memetakan kualitas pendidikan dan membantu siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk universitas luar negeri.

“Capaian nilai TKA menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti revitalisasi sekolah Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa oleh Mendikdasmen bersama Gubernur NTB yang didampingi Sekda Lombok Timur