Selong, insightntb.com – Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya menekankan pentingnya kesiapan non teknis bagi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB tahun 2026.

Advertisement

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Training Center (TC) MTQ XXXI di Tete Batu, Rabu (20/5).

Menurutnya, selain kemampuan peserta dalam bidang tilawah dan cabang lomba lainnya, faktor non teknis juga menjadi unsur penting yang dapat memengaruhi performa kafilah selama mengikuti kompetisi.

Wabup Minta Pengurus Perhatikan Kenyamanan Kafilah

Dalam arahannya, Wabup meminta ketua kafilah dan jajaran pengurus lebih intens mengawal seluruh proses persiapan peserta, termasuk menunjuk petugas khusus yang fokus mengawasi kebutuhan di luar aspek teknis perlombaan.

“Ketua harian perlu menunjuk pengurus yang mencermati hal-hal non teknis yang dapat memengaruhi peserta. Kadang kita terlalu fokus pada penilaian juri, tetapi lupa memperhatikan faktor kenyamanan dan kebutuhan peserta,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan mental, kesehatan, konsumsi, hingga kenyamanan tempat tinggal peserta dan pelatih selama pelaksanaan MTQ harus dipersiapkan sejak awal agar para peserta dapat tampil maksimal.

“Persiapan non teknis ini tidak boleh dianggap sepele. Kalau peserta nyaman dan fokus, insyaallah kemampuan mereka bisa keluar secara optimal,” tambah Edwin.

Optimistis Lombok Timur Mampu Tembus Tiga Besar

Wakil Bupati juga menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten Lombok Timur mampu meraih target tiga besar pada MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB yang akan digelar di Lombok Tengah.

Optimisme tersebut, kata dia, didasarkan pada peningkatan kualitas persiapan kafilah yang dinilai lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut pelaksanaan TC tahap pertama serta keterlibatan pelatih dan dewan juri tingkat provinsi menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas peserta.

“Kalau melihat pembinaan saat ini, ditambah pendampingan dari pelatih dan juri tingkat provinsi, kami optimistis Lombok Timur bisa bersaing di papan atas,” jelasnya.

Menurut Edwin, perubahan pola pembinaan yang lebih serius mulai menunjukkan hasil positif terhadap kemampuan para peserta.

“Dulu mungkin persiapannya belum maksimal. Sekarang kita sudah mulai berbenah dan lebih serius melakukan pembinaan,” katanya.

Training Center Difokuskan Tingkatkan Kemampuan Peserta

Kegiatan Training Center yang berlangsung pada 20–25 Mei tersebut merupakan lanjutan dari TC sebelumnya yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Panitia berharap TC tahap lanjutan ini dapat mempertajam kemampuan tilawah, hafalan, tafsir, dan cabang lomba lainnya sehingga kualitas kafilah Lombok Timur semakin meningkat menjelang MTQ tingkat provinsi.

Ketua LPTQ Lombok Timur dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa hasil evaluasi TC sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta di sejumlah cabang lomba.

“Kami melihat progres peserta cukup baik. Karena itu pembinaan terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ungkap salah satu pengurus LPTQ.

Lombok Timur Siapkan 54 Peserta untuk MTQ NTB 2026

Pada MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB mendatang, Lombok Timur direncanakan mengirimkan sebanyak 54 peserta yang akan didampingi 18 pelatih serta sejumlah ofisial.

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan posisi tiga besar dalam ajang tersebut.

Target itu dinilai realistis mengingat capaian Lombok Timur pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tahun lalu berhasil menembus posisi tiga besar.

Sementara pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, Lombok Timur berada di peringkat ketujuh tingkat Provinsi NTB.

Dengan persiapan yang lebih matang, pemerintah daerah berharap kafilah Lombok Timur mampu meningkatkan prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di ajang MTQ XXXI NTB 2026.