Lombok Timur, insightntb.com — Setelah libur dan anak-anak kembali masuk sekolah, Muda Mandalika Lombok Timur langsung tancap gas. Organisasi kepemudaan ini menyatakan sikap tegas untuk mengawal penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Lombok Timur.

Advertisement

Keputusan itu diambil menyusul adanya dugaan kasus keracunan makanan MBG yang terjadi bulan lalu. Peristiwa tersebut menjadi alarm keras bahwa program sebesar MBG tidak boleh lengah sedikit pun dalam hal keamanan dan pengawasan.

“Kami tidak ingin ada lagi anak yang dirugikan. Program MBG ini program baik dan sangat kami dukung, karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Tapi baik saja tidak cukup, harus dijalankan dengan benar, bersih, dan aman. Hak anak untuk dapat makanan bergizi adalah hak dasar yang tidak bisa ditawar,” tegas Ketua Muda Mandalika Lombok Timur, Kadir.

Menurut Kadir, pengawalan bukan berarti mencari-cari kesalahan. Justru sebaliknya, pengawalan dilakukan agar program pemerintah ini berjalan optimal, tepat sasaran, dan dipercaya penuh oleh orang tua serta sekolah.

Dalam aksi pengawalan ini, Muda Mandalika akan fokus pada 3 poin utama:

1. Jaminan Keamanan Pangan: Melakukan pemantauan langsung ke dapur MBG dan titik-titik distribusi untuk memastikan standar higienis terpenuhi.
2. Transparansi Menu dan Supplier: Mendorong keterbukaan informasi terkait menu harian, asal bahan baku, dan daftar supplier kepada publik dan orang tua.
3. Jalur Pengaduan Cepat: Membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan pihak sekolah dan orang tua. Setiap keluhan terkait MBG akan langsung diteruskan dan dikawal penyelesaiannya.

Untuk memperkuat pengawasan, Muda Mandalika juga akan berkoordinasi aktif dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Satgas MBG Kabupaten Lombok Timur. Tim akan melakukan pemantauan lapangan secara bergilir ke sekolah-sekolah penerima MBG.

“Kami mengajak semua pihak: pemerintah, sekolah, orang tua, sampai masyarakat untuk ikut mengawal bersama. Jangan diam kalau ada yang janggal. Dengan begitu anak-anak Lombok Timur bisa belajar dengan tenang, kenyang, dan tumbuh sehat. Itu tujuan kita bersama,” tutup Kadir.

Muda Mandalika berharap, dengan adanya pengawalan dari masyarakat sipil ini, Program MBG di Lombok Timur bisa menjadi contoh pelaksanaan program gizi nasional yang aman, akuntabel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak.