Bima, insightntb.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bima pada Sabtu hingga Minggu (21–22/2) memicu banjir di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang menyebabkan ratusan rumah warga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat sebanyak 241 rumah di Kecamatan Tambora dan Kecamatan Sanggar terendam banjir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian sementara ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menjelaskan banjir dipicu meningkatnya debit air dari kawasan pegunungan yang tidak mampu ditampung sungai dan drainase.
“Curah hujan tinggi disertai angin kencang membuat debit air meningkat. Drainase yang terbatas tidak mampu menampung aliran sehingga meluap ke permukiman,” ujarnya, Minggu (22/2).
Tambora Terdampak Terparah
Dampak terparah terjadi di Kecamatan Tambora, khususnya Desa Labuan Kananga. Banjir setinggi 10 hingga 70 sentimeter merendam 140 rumah atau 526 jiwa di Dusun Sarae, Mada Oi, dan Na’e. Dua sekolah dasar, satu masjid, kantor desa, serta pasar desa turut tergenang.
Selain itu, genangan lumpur menutup akses jalan provinsi dan sempat menyebabkan kemacetan. Di Desa Kawinda Na’e, 20 rumah atau 65 jiwa terdampak banjir setinggi 10–60 sentimeter. Arus deras juga mengikis bahu jalan dan pohon tumbang di ruas Tambora–Kore sempat menghambat lalu lintas.
Di Desa Rasabou, 44 rumah atau 135 jiwa terdampak genangan 10–30 sentimeter. Sementara di Desa Oi Panihi, satu ruas jalan provinsi rusak akibat luapan air.

Kecamatan Sanggar Juga Tergenang
Banjir lebih dulu melanda Kecamatan Sanggar pada Sabtu sore. Di Desa Kore, 25 rumah atau 81 jiwa terdampak genangan setinggi 20–50 sentimeter. Tembok penahan air sepanjang tiga meter dan aspal jalan menuju Dermaga Kore sepanjang 10 meter dilaporkan rusak.
Desa Sandue juga terdampak dengan 12 kepala keluarga atau 38 jiwa terendam di dua RT Dusun Lagaga. BPBD menyebut kapasitas drainase yang terbatas serta penyumbatan sampah memperparah genangan.
Banjir Sumbawa Rendam Puluhan Rumah
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Desa Muer dan Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Sabtu (21/2). Hujan deras menyebabkan sungai meluap dan merendam puluhan rumah hingga setinggi lutut orang dewasa.
Kepala Pelaksana BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdianto, menyebut 12 kepala keluarga terdampak di Desa Muer. Di Desa Brang Kolong, total warga terdampak mencapai 253 jiwa yang tersebar di beberapa RT.
Selain merendam rumah, banjir juga merusak sejumlah peralatan elektronik warga. Kerugian sementara ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Logistik berupa makanan dan selimut sudah mulai didistribusikan. Tim TRC masih memantau kondisi lapangan,” ujarnya.
BPBD di kedua daerah memastikan kondisi banjir berangsur surut pada Minggu siang. Tim gabungan bersama TNI-Polri dan pemerintah desa melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan darurat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan dan bantaran sungai.


