Selong, insightntb.com– Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum perubahan menuju Lombok Timur yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Silaturahim dan Tasyakuran Penamatan Siswa-Siswi TK Nurul Iman Otak Kebon Tengah, Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Senin (22/6).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah program pembangunan daerah sekaligus pandangannya terkait arah pendidikan dan kesiapan masyarakat menghadapi perubahan di masa mendatang.
Tahun Baru Hijriah Harus Menjadi Semangat Perubahan
Bupati Haerul Warisin menjelaskan bahwa peringatan 1 Muharram yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama masyarakat merupakan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa bagi umat Islam, pergantian tahun yang sesungguhnya dimulai pada 1 Muharram. Karena itu, berbagai kegiatan yang digelar selama Festival Muharram diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Momentum Tahun Baru Hijriah harus menjadi semangat bersama untuk melakukan perubahan. Bukan hanya perubahan secara spiritual, tetapi juga perubahan dalam cara berpikir, bekerja, dan membangun daerah,” ujar Bupati.
Ia menilai nilai-nilai religius sangat relevan dengan karakter masyarakat Lombok Timur yang dikenal sebagai daerah dengan jumlah masjid yang banyak, arsitektur masjid yang megah, serta keberadaan para Tuan Guru yang menjadi panutan masyarakat.
Festival Muharram Perkuat Identitas Religius Lombok Timur
Meski penyelenggaraan Festival Muharram membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar, Bupati menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan investasi sosial dan budaya yang penting untuk memperkuat identitas religius masyarakat.
Ia menyampaikan rasa syukur karena di tengah berbagai tantangan pembangunan, Lombok Timur terus mendapatkan peluang dan dukungan untuk berkembang.
“Alhamdulillah, setiap tantangan yang dihadapi selalu ada jalan keluar.
Kita optimistis Lombok Timur akan terus bergerak ke arah yang lebih baik,” katanya.
Lombok Timur Raih Bantuan Pengelolaan Sampah Rp150 Miliar
Dalam sambutannya, Bupati juga mengungkapkan capaian penting yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, yakni masuk dalam delapan kabupaten/kota penerima bantuan pengelolaan sampah dari Bank Dunia senilai Rp150 miliar.
Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah yang selama ini masih menjadi salah satu persoalan utama pembangunan.
Wawancara
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, yang ditemui usai acara, menyambut baik dukungan tersebut.
“Program ini akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Lombok Timur.
Kami berharap fasilitas dan sistem yang dibangun nantinya mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ujarnya.
Pembangunan Gedung Serbaguna dan Penataan Taman Rinjani Segera Dimulai
Selain program pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus mendorong pembangunan infrastruktur publik. Bertepatan dengan bulan Muharram, pemerintah daerah telah menetapkan desain pembangunan Gedung Serbaguna dengan nilai investasi sekitar Rp32 miliar.
Bupati memastikan proses pembangunan fisik gedung tersebut beserta penataan kawasan Taman Rinjani akan mulai dilaksanakan pada bulan mendatang.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Lombok Timur.
Apresiasi untuk Generasi Penerus
Sementara itu, Kepala TK Nurul Iman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dalam acara penamatan siswa.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi motivasi besar bagi anak-anak dan orang tua. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan usia dini terus meningkat karena pendidikan karakter dimulai sejak usia sekolah,” ungkapnya.
Acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, wali murid, dan jajaran pemerintah setempat tersebut ditutup dengan prosesi penyematan tanda kelulusan secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan siswa-siswi TK Nurul Iman.


