Lombok Tengah, insightntb.com – Menjawab tantangan minimnya fasilitas pengelolaan sampah di kawasan perdesaan, mahasiswa B3KL Kelompok 2 IAIQH menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa tungku pembakar sampah (incinerator) di Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Advertisement

Inisiatif lingkungan ini lahir dari hasil observasi dan pemetaan lapangan yang dilakukan para mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Desa Aik Bukaq, di mana tumpukan sampah domestik belum terkelola secara optimal akibat keterbatasan armada maupun sarana pembuangan akhir.

Ketua B3KL IAIQH Kelompok 2, Lalu Azan Apriandi, menjelaskan bahwa kehadiran unit incinerator ini dirancang sebagai solusi praktis dan berkelanjutan guna menekan volume sampah di tingkat tapak.

“Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah menjadi persoalan krusial yang kami temui selama pengabdian di Desa Aik Bukaq. Melalui inovasi incinerator ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata yang ramah lingkungan, mudah dioperasikan, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga,” ujar Lalu Azan Apriandi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Sebagai langkah konkret pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut, B3KL IAIQH Kelompok 2 secara resmi menyerahkan unit incinerator kepada pengurus Pondok Pesantren Almansyurati di Dusun Seganteng Uluh, Desa Aik Bukaq.

Penempatan alat di lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) tata kelola sampah mandiri bagi para santri maupun masyarakat sekitar kawasan permukiman.

Azan menambahkan, program yang mengusung semangat “Pelestarian Alam dalam Bingkai Pengabdian” ini menegaskan bahwa kerja-kerja pengabdian kampus harus mampu meninggalkan karya yang memberikan kemanfaatan jangka panjang.

“Pengabdian mahasiswa tidak boleh sekadar hadir secara fisik, tetapi harus mampu mengenali akar masalah dan meninggalkan karya yang berdampak. Kami berharap incinerator di Ponpes Almansyurati ini dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas oleh masyarakat demi mewujudkan Desa Aik Bukaq yang bersih dan tertata,” pungkas Azan.