Praya, insightntb.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Praya menegaskan komitmen penuh untuk mendampingi dan mengawal proses pemulihan kawasan Dusun Sadar atau Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pascamusibah kebakaran yang menghanguskan permukiman warga.

Advertisement

Langkah tanggap bencana dan dukungan rekonstruksi ini menjadi krusial mengingat Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Pulau Lombok. Keberadaan perkampungan tradisional suku Sasak ini tidak hanya memegang nilai historis luhur, tetapi juga menjadi etalase pariwisata utama yang terintegrasi langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dukungan pemulihan ini kian mendesak menjelang perhelatan balap motor internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) yang dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober 2026 mendatang. Sebagai salah satu sponsor utama gelaran MotoGP 2026, BRI memastikan keberadaan BUMD dan BUMN di NTB hadir berdampingan bersama masyarakat terdampak bencana.

Pimpinan Cabang BRI Praya, Yulian Naranatha, menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam penanganan dampak kebakaran di Sade mencakup aspek kemanusiaan sekaligus penyelamatan aset warisan budaya nasional.

“BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan Desa Adat Sade. Pemulihan ini tidak hanya penting bagi warga terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan destinasi wisata budaya yang menjadi kebanggaan Lombok Tengah dan Indonesia di mata dunia,” ujar Yulian Naranatha.

Berdasarkan data penanganan bencana dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, musibah kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade beberapa waktu lalu merusak rumah adat khas Sasak serta tempat penjualan suvenir kerajinan tenun warga. Karakteristik bangunan yang didominasi material alam seperti atap alang-alang dan dinding bambu membuat api melahap semua yang ada di Desa Adat Sade tanpa ada yang tersisa.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran dinas terkait telah menetapkan langkah-langkah darurat untuk mengembalikan arsitektur asli permukiman tanpa mengubah tata ruang adat yang disakralkan. Dalam proses ini, sinergi pihak swasta dan BUMN seperti BRI dialokasikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga, perbaikan sarana usaha UMKM tenun, serta penataan kembali fasilitas umum pendukung wisatawan.

Upaya percepatan rekonstruksi ini ditargetkan tuntas sebelum puncak kedatangan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara yang dijangkau lewat momentum penonton MotoGP Mandalika pada Oktober 2026.

Selain bantuan fisik, revitalisasi kawasan Desa Adat Sade juga menyasar pemulihan sektor ekonomi kreatif warga, khususnya pengrajin kain tenun khas Sasak yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran. BRI mendorong integrasi kembali para pelaku usaha mikro ke dalam ekosistem keuangan digital guna menyambut peningkatan transaksi nontunai saat ajang MotoGP berlangsung.

“Partisipasi BRI dalam pemulihan Desa Adat Sade merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan budaya serta kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Yulian.

Melalui kolaborasi antara BRI, Pemkab Lombok Tengah, tokoh adat, dan pengelola kawasan, Desa Adat Sade diharapkan dapat segera bangkit, mempercantik diri, serta siap menyambut wisatawan global dengan kenyamanan dan keamanan yang optimal.