Mataram, insightntb.com – Ahmad Arwani Haddadi, mahasiswa Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sekaligus awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI 2025, tengah melangsungkan riset lapangan disertasinya di Malaysia. Penelitian lintas negara ini difokuskan pada pemetaan data tata kelola, kebijakan, serta standardisasi kelembagaan pendidikan tahfidz Al-Qur’an di kawasan Kedah dan Perlis.
Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, hingga wawancara mendalam bersama para pengelola lembaga tahfidz, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan setempat di Malaysia.
Saat dikonfirmasi mengenai fokus risetnya, Ahmad Arwani Haddadi mengungkapkan bahwa studi komparatif ini ditujukan untuk membedah perbedaan fundamental sekaligus persamaan sistem tata kelola pendidikan tahfidz antara Indonesia dan Malaysia.
“Kami ingin melihat bagaimana regulasi, sistem penjaminan mutu, hingga standar kelembagaan tahfidz dijalankan dalam konteks Malaysia. Temuan dari Kedah dan Perlis ini nantinya akan kami komparasikan dengan data lapangan di Indonesia guna merumuskan formulasi tata kelola yang lebih utuh,” ujar Haddadi usai pengumpulan data di Kedah, Kamis (27/8/2026).
Dukungan Penuh Tim Promotor Dua Negara
Dalam menjalankan riset internasional ini, Haddadi mendapatkan pendampingan dan bimbingan akademik intensif dari tim promotor lintas negara, yakni Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI. (Promotor), Prof. Dr. H. Saparudin, M.Ag. (Co-Promotor I), serta Assoc. Prof. Dr. Mardzelah Makhsin dari Universiti Utara Malaysia (Co-Promotor II).
Keterlibatan pakar dari UUM Malaysia tersebut memberikan perspektif komparatif yang tajam dalam membaca sistem pendidikan Islam di Asia Tenggara.
“Pendampingan dari tim pembimbing Indonesia dan Malaysia sangat krusial untuk menjaga presisi metodelogi serta arah penelitian. Kami berharap riset ini tidak sekadar memenuhi tuntutan akademis doktoral, tetapi melahirkan rekomendasi kebijakan yang nyata bagi penguatan mutu serta komparasi kurikulum tahfidz di tingkat regional,” tambahnya.
Melalui pemetaan komprehensif ini, hasil riset diharapkan mampu menyumbangkan kontribusi pemikiran strategis bagi Kementerian Agama RI maupun lembaga pendidikan Islam swasta dalam merancang tata kelola dan standardisasi kelembagaan tahfidz Al-Qur’an yang adaptif, transparan, dan berdaya saing di kawasan ASEAN.


