Selong, insightntb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kabupaten Lombok Timur masuk dalam nominasi Entrepreneur Government melalui Creative Financing Tahun 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan inovasi terbaik dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan.

Advertisement

Penilaian dilakukan secara daring oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Senin (20/4), yang diikuti langsung Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Paparkan Strategi Tingkatkan PAD

Di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni beserta tim penilai, Bupati memaparkan berbagai strategi yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berbagai inovasi tersebut meliputi optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga transformasi layanan digital dalam pemungutan pajak daerah.

“Kami terus melakukan inovasi agar pendapatan daerah meningkat tanpa membebani masyarakat. Digitalisasi pelayanan dan optimalisasi seluruh potensi daerah menjadi fokus utama pemerintah,” ujar Haerul Warisin.

Digitalisasi Jadi Penggerak Pendapatan Daerah

Bupati menjelaskan, PAD Lombok Timur pada tahun 2025 berhasil mencapai Rp556 miliar, salah satunya didukung penerapan SIPDAH Terintegrasi, penggunaan QRIS Dinamis, serta kerja sama dengan berbagai platform e-commerce.

Pemerintah menargetkan pada 2026 seluruh transaksi pajak daerah dilakukan secara non-tunai, seluruh desa telah aktif secara digital, 95 persen wajib pajak menggunakan kanal pembayaran digital, serta sistem pemantauan pendapatan dapat dilakukan secara real-time.

“Digitalisasi memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah,” tambahnya.

BUMD dan BLUD Perkuat Pelayanan Publik

Selain meningkatkan pendapatan, Bupati menegaskan bahwa keberadaan enam BUMD di Lombok Timur tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan.

Menurutnya, BUMD juga memiliki fungsi sosial dengan menyediakan layanan publik yang belum mampu dijangkau sektor swasta, seperti penyediaan air bersih, distribusi pupuk bersubsidi, hingga pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, transformasi rumah sakit daerah dan puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel, efisien, dan produktif.

Optimalkan Aset Daerah dan KPBU

Dalam pemaparannya, Bupati juga menjelaskan strategi optimalisasi Barang Milik Daerah melalui pemanfaatan aset pemerintah secara produktif.

Kerja sama pengelolaan aset dengan pihak ketiga dilakukan berdasarkan perjanjian yang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui skema pembagian hasil.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga mengembangkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan penerangan jalan guna mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus mengurangi kawasan rawan kecelakaan (black spot).

Penilaian Libatkan Sejumlah Lembaga

Proses penilaian penghargaan Entrepreneur Government 2026 tidak hanya melibatkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, tetapi juga tim dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda).

Pemenang penghargaan akan ditetapkan berdasarkan kategori wilayah dengan mempertimbangkan inovasi, keberlanjutan program, serta dampaknya terhadap pembangunan daerah.