Selong, insightntb.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penyelenggaraan khitanan massal yang diinisiasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati pada Kamis (16/7) itu dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Wabup, kolaborasi antara GOW, Relawan Bangkit, Rumah Sakit Namira, Lotim Medical Center (LMC), BPJS Kesehatan, Baznas, puskesmas, serta organisasi dan instansi terkait menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih luas.
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga.
Pemerintah daerah mendukung agar khitanan massal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi program rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Edwin.
Dorong Sinergi dengan BPJS Kesehatan
Wakil Bupati juga mendorong GOW membangun kerja sama yang lebih erat dengan BPJS Kesehatan, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai dana santunan maupun bantuan yang telah disalurkan pemerintah perlu diarahkan agar benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
Selain itu, Wabup mengingatkan seluruh tenaga medis agar memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, serta mampu membangun rasa nyaman bagi anak-anak dan orang tua selama proses khitan berlangsung.
“Petugas kesehatan harus menyapa, memperkenalkan diri, dan memberikan penjelasan kepada orang tua agar mereka merasa tenang selama proses pelayanan,” katanya.
Edwin juga mengusulkan agar pelaksanaan khitanan massal pada tahun mendatang diselaraskan dengan momentum Hari Anak Nasional maupun bulan-bulan Hijriah yang memiliki nilai sosial dan keagamaan.
Antusiasme Masyarakat Lampaui Target
Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur, Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Awalnya panitia memperkirakan kuota peserta baru akan terpenuhi dalam waktu beberapa pekan.
Namun setelah informasi kegiatan disebarkan melalui media digital, kuota awal sebanyak 50 peserta langsung terpenuhi hanya dalam empat hari sehingga jumlah peserta bertambah menjadi 53 anak.
“Kepercayaan masyarakat ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program sosial yang benar-benar dibutuhkan. Insya Allah kami berharap khitanan massal ini bisa menjadi agenda tahunan GOW,” ujar Sri Mahyu.
Ia menambahkan, seluruh peserta juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi dari panitia.
Metode Khitan Modern Berikan Kenyamanan
Pelaksanaan khitanan massal menggunakan metode sunat modern yang saat ini banyak diminati masyarakat. Teknik tersebut tidak menggunakan suntikan untuk proses pembiusan sehingga dapat mengurangi rasa takut pada anak.
Sebanyak 10 meja tindakan disiapkan secara bersamaan sehingga proses pelayanan berlangsung cepat dan efisien. Setiap tindakan hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit.
Setelah menjalani khitan, peserta menerima obat-obatan oral untuk perawatan di rumah. Orang tua juga memperoleh edukasi serta panduan tertulis mengenai perawatan luka agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Panitia memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar medis. Sebagai langkah antisipasi, tim medis juga menyediakan layanan komunikasi yang dapat dihubungi apabila orang tua mengalami kendala selama masa pemulihan anak.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, pimpinan rumah sakit swasta mitra pelaksana, kepala puskesmas, serta keluarga dan pendamping peserta.
Wawancara Tambahan
Kepala Lotim Medical Center (LMC) selaku mitra pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan metode khitan modern bertujuan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi anak.
“Kami memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar pelayanan medis. Edukasi kepada orang tua juga menjadi bagian penting agar proses pemulihan berjalan cepat dan aman,” ujarnya.


