Selong, insightntb.com — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan dan penanganan kesehatan mata secara gratis yang tersedia melalui program kolaborasi lintas sektor.

Advertisement

Program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan gangguan penglihatan, termasuk penanganan katarak tanpa dipungut biaya.

Ajakan itu disampaikan Bupati saat membuka Sarasehan Lintas Sektor dan Tokoh Masyarakat dalam rangka promosi pelayanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur, di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis (27/8).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Pemerintah Provinsi NTB, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta The Fred Hollows Foundation dari Australia.

500 Kuota Layanan Kesehatan Mata untuk Lombok Timur

Bupati menyebut program layanan kesehatan mata gratis tersebut sebagai kabar baik bagi masyarakat Lombok Timur.

Melalui program ini, masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan berkesempatan memperoleh pemeriksaan dan penanganan tanpa harus memikirkan biaya.

Ia menjelaskan, biaya penanganan gangguan mata di luar program tersebut dapat mencapai sekitar Rp2,7 juta per orang, bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit.

“Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Lombok Timur. Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan dan penanganan gangguan mata tanpa dipungut biaya.

Terima kasih kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah mendukung terlaksananya program ini,” ujar Haerul Warisin.

Dari total 800 kuota pelayanan kesehatan mata untuk wilayah NTB, sebanyak 500 kuota dialokasikan bagi masyarakat Lombok Timur.

Bupati meminta pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa berperan aktif memastikan kuota tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Camat hingga Kepala Dusun Diminta Aktif Mendata

Untuk mengoptimalkan program tersebut, Haerul meminta camat, kepala desa, kepala dusun, serta seluruh pemangku kepentingan segera melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan penglihatan.

Selain pendataan, pemerintah di tingkat bawah juga diminta memperkuat sosialisasi agar informasi mengenai layanan kesehatan mata gratis dapat menjangkau masyarakat secara luas.

“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Pelayanan akan dilaksanakan hanya tiga hari. Kalau kesempatan ini hilang, masyarakat mungkin harus menunggu sampai tahun berikutnya,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tersedianya kuota, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah menginformasikan dan mengarahkan masyarakat yang membutuhkan agar segera mendapatkan layanan.

Masyarakat Diminta Tidak Malu Periksa Mata

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan penglihatan maupun merasa malu untuk memeriksakan kondisi mata.

Keluhan seperti mata sering berair, penglihatan mulai kabur, atau gejala lain yang mengganggu penglihatan sebaiknya segera diperiksa.

Deteksi lebih awal dinilai penting agar gangguan mata dapat ditangani sebelum kondisinya semakin berat.

“Kalau ada keluhan pada mata, jangan malu dan jangan menunggu sampai semakin parah. Segera periksakan agar dapat diketahui penyebabnya dan ditangani sedini mungkin,” imbaunya.

Pelayanan Kesehatan Harus Ramah dan Peduli

Selain mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan mata gratis, Bupati Lombok Timur kembali mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan besarnya anggaran, tetapi juga oleh sikap petugas ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Keramahan, senyum, kepedulian, serta kesediaan mendengarkan keluhan pasien menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas dan anggaran. Sikap petugas juga sangat penting. Masyarakat harus dilayani dengan ramah, dengan senyum, dan dengan kepedulian,” tegas Haerul.

Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan lembaga pendukung, program layanan kesehatan mata gratis tersebut diharapkan dapat membantu menekan gangguan penglihatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lombok Timur.