Lombok Tengah, insightntb.com – LBM Meriri kembali menggelar ajang balap lari Run Ramadan LBM Meriri Jilid II yang akan dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi wadah resmi bagi pelari jalanan di Lombok Tengah agar dapat menyalurkan bakatnya secara positif dan terorganisir.
Ketua panitia, Lalu Bintang Muhammad, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap generasi muda yang membutuhkan ruang pembinaan dan dukungan.
“Mereka butuh dirangkul, mereka butuh support, mereka butuh diperhatikan, dan LBM Meriri adalah wadah itu. Semua impian bisa menjadi kenyataan jika memiliki keberanian untuk mengejarnya,” ujarnya.
Wadah Legal Pelari Jalanan Saat Ramadan
Run Ramadan LBM Meriri Jilid II dirancang sebagai kompetisi balap lari yang melibatkan pelari jalanan dari berbagai wilayah di Lombok Tengah. Ajang ini digelar sebagai alternatif positif guna menjaga kondusivitas selama malam Ramadan.
Panitia menilai, tanpa adanya ruang kompetisi resmi, aktivitas balap lari liar berpotensi mengganggu ketertiban umum. Karena itu, LBM Meriri hadir untuk mewadahi para pelari agar dapat bertanding secara legal, aman, dan terarah.
Sukses Digelar pada Edisi Perdana
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Jilid I yang sebelumnya sukses digelar dan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Pada penyelenggaraan perdana, acara tersebut bahkan dibuka langsung oleh Bupati Lombok Tengah, menandakan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan positif bagi generasi muda.
Dengan hadirnya Jilid II, panitia berharap partisipasi peserta semakin meningkat serta mampu memperkuat pembinaan atlet lari lokal di Lombok Tengah.
Dorong Sportivitas dan Pembinaan Atlet Lokal
Run Ramadan LBM Meriri tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer olahraga yang sehat, menjunjung sportivitas, sekaligus mempererat solidaritas pemuda di Lombok Tengah.
Melalui penyelenggaraan yang terstruktur dan legal. LBM Meriri optimistis kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin Ramadan serta ikon olahraga lari di Lombok Tengah.


