Insight NTB, Mataram — Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (Samota) di Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima terus didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumbawa. Kawasan strategis tersebut di nilai memiliki potensi besar untuk di kembangkan sebagai destinasi pariwisata dan ekonomi maritim berkelas dunia.
Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi, menjelaskan bahwa Samota menyimpan kekayaan sumber daya alam luar biasa. Mulai dari Geopark Tambora, Pulau Moyo, hingga kawasan cagar biosfer dunia dan wilayah konservasi.
“Itu semua adalah aset alam yang sangat kaya milik Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Menurutnya, posisi Samota yang berada pada jalur lintasan transnasional Banda Aceh–Kupang serta dekat dengan Bali, Lombok, dan Pulau Komodo menjadikan kawasan ini sangat strategis. Selain itu, Samota juga memiliki potensi industri agrominapolitan yang mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Iswandi menambahkan, pembangunan infrastruktur utama di kawasan Samota telah di lakukan secara bertahap selama satu dekade terakhir. Dengan konsistensi pembangunan, pihaknya berharap kawasan ini dapat di tetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di masa mendatang.
Pemprov NTB Percepat Pembangunan Sesuai RPJMD 2025–2029
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Iswandi menjelaskan, RPJMD terbaru memuat tujuh misi pembangunan daerah dan 10 program unggulan. Dengan tiga isu prioritas utama: pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan ketahanan pangan, serta pengembangan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“RPJMD ini dirancang untuk menjawab tantangan NTB, seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Dengan visi “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”. RPJMD menjadi pedoman seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Iswandi menegaskan bahwa setiap OPD wajib menyelaraskan programnya dengan target RPJMD. Agar seluruh sektor bergerak dalam satu arah: peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.
Pada sektor infrastruktur, Pemprov NTB terus mempercepat peningkatan dan pemeliharaan jalan provinsi, pembangunan jembatan, dan perluasan akses konektivitas antardaerah.
Langkah ini di harapkan mampu memperlancar arus distribusi barang dan jasa, memperkuat jaringan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di seluruh wilayah NTB.


