Insightntb.com – Setelah aparat menggelar operasi besar-besaran di kawasan Kampung Ambon terkait pemberantasan peredaran narkotika. Muncul isu liar di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto dengan artis Shandy Aulia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Isu tersebut beredar luas di berbagai platform digital seperti TikTok, Threads dan X. Meski hingga kini tidak di sertai klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut. Kemunculan kabar tersebut terjadi tak lama setelah BNN bersama aparat gabungan melakukan penggerebekan skala besar di kawasan rawan narkoba tersebut.

Operasi penegakan hukum di Kampung Ambon melibatkan sekitar 500 personel gabungan dari berbagai satuan. Aparat menyisir gang-gang sempit serta sejumlah titik yang di duga menjadi pusat transaksi narkoba.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan orang tersangka berinisial AP, L, D, A, IK, MS, AS, dan RS. Selain itu, aparat juga menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat total 558,05 gram, satu paket ganja siap edar, serta berbagai barang lain yang di kemas dalam plastik klip dan bungkus rokok.

Sejumlah alat isap sabu berbahan plastik, telepon genggam, kartu ATM, dan buku tabungan turut di amankan sebagai bagian dari proses penyidikan lebih lanjut.

Nama Kepala BNN Terseret Perbincangan di Media Sosial

Tak lama usai operasi itu, isu yang menyeret nama Kepala BNN dengan figur publik mencuat di ruang digital. Namun, hingga berita ini diturunkan. Belum ada pernyataan resmi baik dari Komjen Pol Suyudi Ario Seto maupun dari Shandy Aulia terkait kabar tersebut.

Dalam rekam jejak kariernya, Komjen Suyudi Ario Seto di kenal sebagai perwira Polri yang memiliki integritas dan reputasi baik. Selama menjabat di kepolisian hingga memimpin BNN, ia juga di kenal dekat dengan kalangan ulama serta aktif memperkuat upaya pemberantasan narkoba.

Di bawah kepemimpinannya, BNN mencatat sejumlah pengungkapan kasus narkotika berskala besar, termasuk jaringan internasional. Salah satu capaian terbaru adalah pengungkapan penyelundupan narkoba dengan total barang bukti mencapai sekitar dua ton atau ditaksir bernilai Rp5 triliun.

Dalam pengembangan kasus tersebut, BNN berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik alias PA di Kamboja. Dewi di ketahui terlibat dalam jaringan narkoba Fredy Pratama, yang sebelumnya terungkap melalui kasus penyelundupan 2,3 kilogram heroin.

Pengungkapan jaringan itu bermula dari penindakan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang. Dewi Astutik di sebut sebagai bagian dari jaringan narkotika lintas kawasan Asia dan Afrika. Selain itu, tercatat sebagai buronan yang juga di buru aparat Korea Selatan.

Perkuat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan Narkoba

Di sisi lain, BNN terus memperkuat strategi pencegahan dan pemberantasan narkotika. Terbaru, BNN melalui Deputi Bidang Pemberantasan menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Perusahaan Pemeriksa Keamanan Kargo dan Pos Indonesia.

Kerja sama tersebut di fokuskan pada upaya pencegahan serta pengungkapan peredaran narkotika dan bahan prekursor melalui jalur pengiriman kargo dan pos udara. Kesepakatan ini di tandatangani oleh Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo. Bersama Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Pemeriksa Keamanan Kargo dan Pos Indonesia, Ibrahim Sahib.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen memperketat pengawasan, meningkatkan deteksi dini, serta menyusun standar operasional prosedur pelaporan cepat apabila di temukan kiriman yang terindikasi mengandung narkotika.

Langkah tersebut di harapkan mampu mempercepat penanganan kasus serta memperkuat sistem pengamanan pengiriman barang. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.