Mataram, insightntb.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp3 miliar untuk membantu korban bencana banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bantuan tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD NTB, dengan alokasi masing-masing provinsi sebesar Rp1 miliar.
Selain dukungan anggaran, Pemprov NTB juga mengirimkan 32 relawan tenaga medis pada tahap awal untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya di Aceh Utara yang menjadi wilayah prioritas penanganan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan antardaerah yang telah terjalin lama antara NTB dan provinsi-provinsi di Sumatra.
“Di tengah suasana duka, kehadiran dan kesiapan kita untuk membantu adalah bentuk persahabatan sejati. NTB hadir ketika saudara-saudara kita menghadapi masa sulit,” ujar Gubernur.
Ia mengingatkan bahwa saat NTB dilanda gempa bumi besar pada 2018, Aceh dan sejumlah daerah di Sumatra turut hadir memberikan bantuan dan dukungan tanpa ragu. Menurutnya, bantuan ini merupakan balasan atas solidaritas tersebut.
“Inilah momentum untuk membalas kebaikan dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan yang telah terbukti saat NTB menghadapi bencana,” tegasnya.
NTB Prioritaskan Aceh Utara
Pada awalnya, Pemprov NTB berencana mengirim bantuan secara bersamaan ke tiga provinsi terdampak. Namun, berdasarkan hasil koordinasi teknis dengan pemerintah daerah setempat, NTB memutuskan memprioritaskan Aceh Utara, terutama dalam penguatan layanan kesehatan di fasilitas yang terdampak banjir.
“Yang terpenting adalah segera bergerak. Berdasarkan kebutuhan lapangan, Aceh menjadi prioritas utama,” jelas Gubernur.
Hasil konsultasi menunjukkan bahwa kekurangan tenaga medis menjadi kebutuhan paling mendesak, menyusul belum optimalnya operasional sejumlah puskesmas di wilayah terdampak banjir.
“Bagi mereka, NTB adalah saudara dekat. Bantuan ini adalah tanda kasih dari Provinsi Seribu Masjid untuk Provinsi Serambi Mekah,” ungkap Iqbal.
Meski nilai bantuan di nilai tidak terlalu besar, Gubernur menekankan bahwa langkah tersebut merupakan simbol kepedulian dan niat tulus Pemprov NTB untuk berbagi di saat krisis.
“Anggaran Rp3 miliar sudah kami siapkan dari BTT. Yang terpenting adalah kesiapan tim di lapangan agar benar-benar kuat dan efektif,” ujarnya.
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabanjir
Selain APBD, bantuan juga diperkuat dengan donasi dari Baznas NTB, serta sumbangan obat-obatan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan NTB. Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik para relawan.
“Kita tidak bisa menolong orang lain jika kita sendiri tidak sehat. Pastikan seluruh tim dalam kondisi prima,” pesannya.
Sebanyak 30 hingga 32 tenaga medis diberangkatkan pada tahap awal. Selanjutnya, Pemprov NTB akan mengirimkan tim tambahan dari Dinas Sosial, BPBD, Tagana, Baznas. Serta unsur lainnya untuk memperkuat penanganan di lokasi bencana.
Para relawan di jadwalkan bertugas selama delapan hari, dengan evaluasi harian. Masa penugasan akan di perpanjang apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan tambahan.
“Mari niatkan ini sebagai ibadah. Insya Allah menjadi amal jariah bagi kita semua,” tutur Gubernur.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah NTB Lalu Moh. Faozal menyampaikan bahwa Gubernur NTB secara resmi melepas keberangkatan 32 relawan tenaga medis menuju Aceh.
“Relawan berangkat secara bertahap menggunakan penerbangan reguler dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju Jakarta. Kemudian ke Aceh, dengan lokasi tugas di Aceh Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahap berikutnya Pemprov NTB juga akan menyalurkan bantuan dana dan mengirim tim ke Sumatra Utara dan Sumatra Barat, masing-masing sebesar Rp1 miliar.
“Insya Allah dalam pekan depan, alokasi dana BTT tersebut akan di realisasikan dan di serahkan langsung oleh Bapak Gubernur,” pungkasnya.


