Mataram, insightntb.comKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Hingga pekan ini, progres fisik proyek tercatat 10,98 persen dari total anggaran Rp11 miliar.

Advertisement

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Diana Santiaji Irawan, menyampaikan capaian pembangunan sempat tertunda akibat proses redesain menyusul instruksi perubahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan serta Prabowo Subianto.

Menurut Diana, penyesuaian paling signifikan terjadi pada Detail Engineering Design (DED), khususnya pada bagian atap bangunan. Desain awal menggunakan atap seng satu garis air, namun diubah menjadi genteng tanah liat dengan model atap pelana kuda.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan arahan program gentengisasi yang ditekankan Presiden. Konsekuensinya, bobot genteng yang lebih berat membutuhkan struktur baja lebih kuat dibandingkan material seng.

Meski terdapat penyesuaian spesifikasi, total anggaran proyek tetap Rp11 miliar melalui mekanisme Contract Change Order (CCO).

Saat ini, pekerjaan di lapangan difokuskan pada pembangunan fondasi, pembesian, serta proses leveling atau perataan dan pengurukan lahan. Sebelumnya, sebagian tahapan konstruksi menunggu finalisasi redesain.

Diana memastikan seluruh pekerjaan tetap berjalan sesuai perencanaan teknis dan target waktu yang ditetapkan.

Kawasan Terintegrasi Perikanan Hulu ke Hilir

Kampung Nelayan Merah Putih Bintaro dirancang sebagai kawasan terintegrasi sektor perikanan dari hulu hingga hilir. Sejumlah fasilitas yang akan dibangun meliputi jalan kawasan, musala, kantor pengurus, kios perbekalan, bengkel, ruang pertemuan, pabrik es, serta cold storage (gudang beku).

Keberadaan cold storage diharapkan menjadi solusi saat produksi ikan melimpah, sehingga harga di tingkat nelayan tetap stabil dan tidak anjlok.

Dalam skema pelaksanaan, KKP berfokus pada pembangunan fisik dan sarana pendukung. Sementara itu, aspek perizinan seperti AMDAL, KKRD, dan IMB menjadi kewenangan pemerintah daerah. Pengelolaan pasar ikan higienis nantinya akan dikoordinasikan bersama dinas terkait.

Pihak pelaksana optimistis proyek tidak menghadapi kendala berarti karena tipologi bangunan tergolong konstruksi standar, bukan gedung bertingkat tinggi.

“Target kami April atau Mei tahun ini sudah selesai,” ujar Diana.

Dengan percepatan pembangunan ini, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat ekosistem perikanan di kawasan Ampenan.