Mataram, insightntb.com — Isu aktivitas tambang ilegal yang di nilai tidak ramah lingkungan mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah wisatawan asal Inggris di laporkan membatalkan rencana liburan ke Lombok setelah menerima informasi terkait keberadaan tambang ilegal di sekitar kawasan destinasi wisata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, H. Lalu Ahmad Nur Aulia, mengungkapkan bahwa pembatalan tersebut di lakukan oleh rombongan wisatawan mancanegara yang sebelumnya merencanakan agenda wisata bersepeda di Lombok.

“Ada rombongan pesepeda dari Inggris yang semula berencana datang ke Lombok. Namun setelah memperoleh informasi mengenai aktivitas tambang ilegal di sekitar destinasi wisata, mereka akhirnya membatalkan perjalanan ke Indonesia,” kata Aulia saat menghadiri Musda DPD Astindo NTB, Kamis (15/1/2026).

Wisatawan Asing Sangat Perhatikan Isu Keberlanjutan

Aulia menjelaskan, rombongan tersebut berjumlah sekitar 80 orang dan seluruhnya berasal dari Inggris. Sebagian di antaranya di duga merupakan ekspatriat yang memiliki perhatian tinggi terhadap isu keberlanjutan lingkungan dalam menentukan tujuan wisata.

“Mereka sangat concern terhadap isu lingkungan. Ketika mendengar adanya aktivitas pertambangan yang di anggap tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan, niat berkunjung langsung di batalkan,” ujarnya.

Menurutnya, wisatawan mancanegara cenderung melihat isu lingkungan secara menyeluruh. Mereka tidak lagi membedakan jarak antara lokasi tambang dengan destinasi wisata utama.

Isu Lingkungan Berdampak pada Citra Destinasi

Aulia menilai, ketika isu tambang ilegal mencuat di suatu wilayah, maka citra destinasi secara keseluruhan ikut terdampak di mata wisatawan internasional.

“Bagi wisatawan, ketika mendengar Lombok ada isu tambang ilegal, mereka tidak melihat apakah lokasinya dekat atau jauh dari objek wisata. Yang tertanam adalah Lombok memiliki persoalan lingkungan,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Aulia, menjadi peringatan serius bagi semua pihak terkait, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang bersinggungan langsung dengan sektor pariwisata.

Pemda Diminta Tegas Lindungi Pariwisata Berkelanjutan

Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan yang tidak mengedepankan prinsip sustainable tourism berpotensi merusak citra pariwisata NTB di tingkat global.

“Pengelolaan tambang yang tidak ramah lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Jika di biarkan, dampaknya bisa sangat besar terhadap pariwisata NTB,” tegasnya.

Aulia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang merusak lingkungan. Tujuannya agar perkembangan destinasi wisata unggulan NTB, khususnya Lombok yang selama ini di kenal sebagai destinasi wisata berkelanjutan, tidak terganggu.