Mataram, insightntb.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons lonjakan harga plastik yang mencapai sekitar 45 persen dalam beberapa pekan terakhir dengan melakukan pengecekan langsung ke distributor. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok di pasaran tetap aman dan tidak memicu kelangkaan.

Advertisement

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Afgan, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu terganggunya pasokan bahan baku utama plastik, yakni nafta, yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.

“Nafta merupakan turunan minyak bumi, dan sekitar 70 persen pasokannya berasal dari Timur Tengah melalui jalur distribusi Selat Hormuz. Konflik yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan distribusi terganggu dan berdampak pada kenaikan harga plastik,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Stok Belum Terdata, Disperindag Turun Lapangan

Menurut Afgan, kenaikan harga telah dirasakan sejak beberapa minggu terakhir dan mulai berdampak pada tingkat distributor hingga pedagang di daerah. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Disperindag NTB akan fokus melakukan pengecekan stok langsung ke distributor.

“Kami akan memastikan ketersediaan stok di lapangan. Sementara untuk pengawasan distribusi dan faktor lain penyebab kenaikan harga, itu menjadi ranah bidang terkait,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa hingga kini pihaknya belum memiliki data stok plastik secara menyeluruh. Hal tersebut karena plastik belum termasuk dalam kategori komoditas yang wajib dilaporkan dalam sistem pemantauan harga dan pasokan daerah.

Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai

Di tengah kenaikan harga, Disperindag NTB melihat kondisi ini sebagai peluang untuk mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.

“Kondisi ini bisa menjadi momentum untuk beralih ke penggunaan yang lebih ramah lingkungan, seperti tas belanja ulang pakai,” kata Afgan.

Langkah tersebut dinilai tidak hanya membantu masyarakat menekan dampak kenaikan harga plastik, tetapi juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi limbah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan di NTB.