Lombok Timur, NTB — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di kelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Timur mengalami gangguan serius akibat pencairan dana operasional yang tidak lancar. Akibatnya, operasional dapur yang seharusnya menyiapkan makanan bergizi bagi siswa–siswa sekolah menjadi terhenti sementara. Dan hingga kini koordinator wilayah (Korwil) SPPG belum memberikan keterangan resmi perihal kendala tersebut.
Sejumlah pengelola SPPG setempat mengaku belum menerima aliran dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak terkait. Kondisi ini berdampak pada penghentian produksi makanan di dapur–dapur MBG. Meskipun menu bergizi tersebut sebelumnya menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi harian peserta didik.
Ketiadaan dana operasional membuat pengelola dapur tidak bisa membeli bahan baku maupun membayar biaya tenaga kerja. Sebagian dapur bahkan terpaksa menutup sementara aktivitasnya. Sehingga layanan MBG yang seharusnya rutin di salurkan kepada siswa tidak dapat di jalankan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan guru karena program yang selama ini membantu kebutuhan makan siswa kini terganggu tanpa kepastian kapan akan beroperasi kembali.
Hingga saat ini, pihak yang berwenang di wilayah Lombok Timur, termasuk Korwil SPPG setempat. Belum membuka suara secara rinci mengenai penyebab tersendatnya dana dan langkah yang akan di tempuh untuk mengatasi persoalan tersebut. Ketidakhadiran keterangannya di tengah situasi operasional yang mandek. Ini justru menambah frustrasi mitra pengelola MBG dan masyarakat yang menantikan solusi cepat agar layanan gizi untuk siswa dapat kembali berjalan normal.

