Insightntb.com – Keputusan DPP Partai Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumatera Utara memicu kegaduhan internal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penunjukan ini menggantikan posisi Musa Rajekshah, atau yang akrab disapa Ijeck, di tengah mencuatnya spekulasi mengenai intervensi penguasa.

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Sumut, Muhyan Tambuse, mencium adanya kepentingan pihak tertentu di balik pergantian mendadak ini.

Ia menduga kehadiran Doli bertujuan untuk menjegal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang telah diusulkan berulang kali ke pengurus pusat.

“Kami mengira kehadiran Plt ini justru untuk menggagalkan proses Musda Golkar Sumut,” ujar Muhyan kepada Jurnalis Kabarbaru di Medan, Sabtu (20/12/2025).

Muhyan menambahkan, sebelumnya terdapat aturan bahwa penunjukan Plt tidak boleh terjadi sebelum jadwal Musda keluar secara resmi. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Kejanggalan Administrasi dan Politik

Selain masalah prosedur Musda, Muhyan menyoroti kejanggalan administrasi dalam pergantian pimpinan ini.

Hingga saat ini, Sekretariat DPD Golkar Sumut mengaku belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi terkait penunjukan Ahmad Doli Kurnia.

Ketidakterbukaan ini memperkuat dugaan adanya agenda terselubung dalam internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Kondisi ini menarik perhatian Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik. Ia menilai gejolak ini bukan sekadar urusan internal partai biasa.

Azhari menyinggung kedekatan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang merupakan mertua Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Ijeck Batu Sandungan di Pilkada 2029

Azhari mensinyalir pencopotan Ijeck berkaitan erat dengan persiapan Pilkada 2029.

Menurutnya, prestasi Ijeck yang gemilang dalam memimpin Golkar di Sumut berpotensi menjadi penghalang besar bagi ambisi politik Bobby Nasution di masa depan.

“Pihak tertentu mendepak Ijeck karena ia dianggap sebagai batu sandungan bagi ambisi Bobby untuk mempertahankan kekuasaan. Langkah ini kuat dugaan untuk mengamankan tiket Bobby menuju Pilkada 2029,” pungkas Azhari.

Hingga berita ini turun, pihak DPP Golkar maupun Ahmad Doli Kurnia belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan adanya desain politik untuk kepentingan Pilkada mendatang.