Mataram, insightntb.com – Media sosial di hebohkan oleh beredarnya sebuah video singkat yang menampilkan seorang pria yang di sebut-sebut mirip Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah bermain golf. Video tersebut langsung memantik sorotan publik karena muncul di tengah suasana duka nasional akibat bencana alam besar yang melanda sejumlah wilayah Sumatera.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam rekaman yang beredar luas itu, terlihat seorang pria mengenakan pakaian golf santai. Berada di lapangan bersama beberapa orang lain, termasuk pendamping lapangan atau caddy. Tayangan tersebut di nilai kontras dengan situasi ribuan warga terdampak bencana yang masih berjuang menghadapi dampak banjir dan longsor.

Berdasarkan informasi teknis atau metadata yang menyertai video, rekaman itu tercatat dibuat pada 14 Desember 2025 sekitar pukul 09.12 WIB. Data koordinat menunjukkan lokasi berada di kawasan Bogor, Jawa Barat, dengan keterangan tambahan bertuliskan “Bag 3145 West Java”.

Keberadaan metadata yang cukup rinci ini membuat banyak warganet meyakini bahwa video tersebut merupakan dokumentasi terbaru, bukan rekaman lama yang kembali diunggah. Hal inilah yang kemudian memicu gelombang kritik dan kecaman di ruang publik digital.

Sorotan Netizen dan Persoalan Empati Pejabat

Sejak video tersebut viral, berbagai komentar bernada keras membanjiri media sosial. Sejumlah netizen menilai aktivitas bersantai di lapangan golf tidak mencerminkan empati seorang pejabat negara di tengah kondisi darurat bencana.

Perbandingan pun muncul antara gaya hidup pejabat dengan kerja keras relawan, aparat, dan masyarakat yang berjibaku di lokasi terdampak. Banyak pihak menilai, di saat seperti ini, pejabat publik seharusnya lebih menunjukkan kepedulian dan keberpihakan kepada korban bencana.

“Pejabat kita memang luar biasa,” tulis salah satu warganet dengan nada sindiran, mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat.

Meski demikian, tidak sedikit pula yang mengimbau publik untuk menahan diri dan menunggu klarifikasi resmi agar tidak terjadi penilaian sepihak sebelum fakta sebenarnya terungkap.

Publik Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini di turunkan, Dadan Hindayana maupun pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait keaslian maupun konteks video tersebut. Sikap diam dari pihak terkait justru membuat spekulasi di media sosial semakin berkembang dan memecah opini publik.

Pengamat media sosial menilai, klarifikasi cepat dan terbuka sangat di perlukan untuk meredam kegaduhan serta menjaga kepercayaan masyarakat. Dalam era digital, satu potongan video singkat dapat dengan cepat membentuk persepsi publik. Terutama jika berkaitan dengan isu sensitif seperti bencana nasional dan empati pejabat.

Kini, publik masih menantikan penjelasan resmi guna memastikan apakah sosok dalam video tersebut benar pejabat yang di maksud atau hanya kemiripan semata. Kejelasan di nilai penting agar polemik ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan kesimpangsiuran informasi di ruang publik.