insightntb.com – Di tengah lapangan terbuka atau jalan desa di Pulau Lombok, dentuman gendang berukuran besar menggema memecah keramaian. Puluhan penabuh bergerak serempak, mengenakan pakaian adat Sasak, sementara langkah kaki mereka mengikuti irama yang menghentak. Itulah Gendang Beleq, salah satu seni musik tradisional paling monumental dari masyarakat Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gendang Beleq bukan sekadar pertunjukan seni. Ia adalah ekspresi kolektif, simbol semangat, dan penanda identitas budaya yang telah hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Lombok selama berabad-abad.

Makna di Balik Nama Gendang Beleq

Secara bahasa, “gendang beleq” berasal dari kata gendang yang berarti alat musik tabuh, dan beleq yang berarti besar. Sesuai namanya, instrumen utama dalam kesenian ini adalah gendang berukuran besar yang dimainkan dengan cara digendong.

Dalam sejarahnya, Gendang Beleq awalnya dimainkan sebagai pengiring pasukan perang. Dentuman gendang berfungsi membakar semangat para prajurit sebelum berangkat ke medan pertempuran.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan kondisi sosial, fungsi Gendang Beleq mengalami pergeseran. Dari alat pemompa semangat perang, ia berkembang menjadi seni pertunjukan yang mengiringi berbagai upacara adat dan kegiatan sosial masyarakat.

Hingga kini, Gendang Beleq masih menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat Suku Sasak. Salah satu yang paling di kenal adalah dalam prosesi pernikahan adat, khususnya saat mengiringi arak-arakan pengantin.

Selain pernikahan, Gendang Beleq juga di mainkan dalam upacara khitanan, penyambutan tamu kehormatan, hingga perayaan adat dan keagamaan. Kehadirannya di anggap membawa semangat, kegembiraan, dan doa keselamatan.

Komposisi Alat Musik dan Gerak Atraktif

Selain gendang utama, Gendang Beleq juga di lengkapi dengan instrumen pendukung seperti ceng-ceng, gong, suling tradisional, dan reong. Seluruh alat musik di mainkan secara harmonis untuk menciptakan irama yang dinamis dan penuh energi.

Keunikan Gendang Beleq tidak hanya terletak pada musiknya, tetapi juga pada gerak atraktif para penabuh. Mereka menari sambil memainkan alat musik, bergerak maju-mundur, berputar, dan saling berhadapan mengikuti irama.

Dalam satu kelompok Gendang Beleq, setiap penabuh memiliki peran yang sama penting. Tidak ada instrumen yang berdiri sendiri. Harmoni hanya tercipta jika seluruh anggota bermain selaras dan disiplin.

Nilai ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab kolektif. Gendang Beleq menjadi cerminan kehidupan sosial yang ideal menurut adat Sasak.

Gendang Beleq sebagai Media Pendidikan Budaya

Bagi generasi muda Sasak, Gendang Beleq bukan sekadar kesenian, melainkan sarana belajar tentang budaya dan identitas diri. Melalui latihan rutin, mereka di ajarkan disiplin, kerja sama, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Banyak sanggar seni di Lombok yang menjadikan Gendang Beleq sebagai materi utama pembelajaran budaya. Proses ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tradisi.

Di tengah arus modernisasi dan budaya populer, Gendang Beleq menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya. Minat generasi muda yang teralihkan dan keterbatasan ruang tampil menjadi persoalan tersendiri.

Namun demikian, semangat pelestarian terus tumbuh melalui komunitas seni, tokoh adat, dan dukungan pemerintah daerah. Gendang Beleq kini kerap di tampilkan dalam festival budaya dan agenda pariwisata.

Dalam dunia pariwisata, Gendang Beleq menjadi daya tarik yang kuat. Wisatawan domestik maupun mancanegara sering kali terpukau oleh kekuatan visual dan musikal dari pertunjukan ini.

Meski tampil di ruang pariwisata, masyarakat Sasak tetap menegaskan bahwa Gendang Beleq bukan sekadar hiburan. Ia adalah warisan budaya yang sarat nilai dan harus di pahami secara utuh.

Warisan Bunyi yang Terus Berdentum

Gendang Beleq adalah bukti bahwa tradisi dapat bertahan karena memiliki makna yang hidup di tengah masyarakatnya. Dentuman gendang yang besar bukan hanya bunyi, melainkan suara sejarah, kebersamaan, dan identitas.

Selama nilai-nilai tersebut terus di wariskan, Gendang Beleq akan tetap berdentum di tanah Lombok menjaga jati diri Suku Sasak dan memperkaya khazanah budaya Nusa Tenggara Barat.