Lombok Timur, insightntb.com – Puncak kegiatan Pesona Budaya 7 Pengadangan ber langsung meriah pada Minggu dengan prosesi adat Metu Telu dan Betetulak di Desa Pengadangan, Lombok Timur. Ribuan warga dari berbagai rentang usia turut ambil bagian ,menjadikan acara ini sebagai ruang harmonisasi sosial. Selain itu, sekaligus menjadi agenda budaya yang kembali mendapat dukungan penuh dari Bupati Lombok Timur untuk digelar secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan menampilkan beragam atraksi budaya meliputi kolaborasi Gedang Beleq, tari Metu Telu, teatrikal Midang, simbolisasi nilai-nilai Metu Telu, hingga kirab ribuan dulang Betetulak. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Pesona Budaya Pengadangan telah berkembang menjadi ruang interaksi yang mempererat jalinan sosial. Bukan sekadar seremonial tahunan saja.
Bupati Lombok Timur, Bapak Haerul Warisin, memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas penyelenggaraan acara yang di kemas kreatif dan penuh nilai budaya. Ia menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini perlu terus didorong karena memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi, pembentukan karakter, dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Budaya adalah salah satu sarana menjaga persatuan dan kesatuan. Pemerintah akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pengadangan, Bapak Iskandar, menuturkan bahwa konsep Metu Telu mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan hidup. Falsafah ini menggambarkan tiga poros utama kehidupan masyarakat Sasak yang berlandaskan hukum agama, hukum pemerintahan serta hukum adat.
“Metu berarti lahir, Telu berarti tiga. Ini bukan soal salat tiga kali sehari. Tetapi falsafah Sasak tentang tiga hukum dan tiga fase hidup: lahir, hidup, dan mati,” jelasnya.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur dalam prosesi Metu Telu serta teatrikal Midang mempertegas simbol harmonisasi tiga unsur kehidupan tersebut. Keduanya dianggap merepresentasikan keselarasan antara pemerintahan, adat, dan agama sebagai pilar utama masyarakat.
Sebanyak 5.000 dulang Betetulak juga dikirab dalam rangkaian kegiatan ini, melibatkan warga dari anak-anak hingga orang tua. Kekompakan dan partisipasi luas masyarakat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Pesona Budaya Pengadangan tahun ini.


