Mataram, insightntb.com – Wisata pendakian di Gunung Rinjani di Provinsi Nusa Tenggara Barat dipastikan kembali dibuka pada 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup sementara selama tiga bulan.
Penutupan jalur pendakian dilakukan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2026 sebagai bagian dari penutupan tahunan yang bertujuan mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem serta potensi bencana di kawasan gunung.
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian akan dilakukan pada awal April. Sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar di sejumlah media.
“Pendakian Gunung Rinjani akan dibuka kembali pada 1 April 2026. Kami juga perlu meluruskan informasi karena ada media yang menuliskan tanggal 28 Maret, padahal yang benar adalah 1 April,” ujarnya.
Pendaftaran Pendakian Masih Ditutup Sementara
Meski pembukaan jalur pendakian sudah dijadwalkan, pihak TNGR menyampaikan bahwa pendaftaran pendaki melalui aplikasi e-Rinjani hingga kini masih belum dibuka.
Hal tersebut karena pengelola taman nasional tengah melakukan pembaruan dan pengembangan fitur pada aplikasi tersebut berdasarkan evaluasi dari musim pendakian sebelumnya.
Menurut Astekita, pembaruan aplikasi juga mencakup pengembangan sistem pada perangkat iOS yang saat ini masih dalam tahap peninjauan.
“Kami sedang memperbarui beberapa fitur aplikasi e-Rinjani berdasarkan pengalaman sebelumnya. Saat ini masih dalam proses pembaruan dan review,” jelasnya.
Kuota Pendaki Tetap 700 Orang per Hari
Meski ada pembaruan sistem pendaftaran, TNGR memastikan kuota pendakian Gunung Rinjani tidak mengalami perubahan.
Jumlah pendaki yang diperbolehkan masuk tetap dibatasi maksimal 700 orang per hari untuk seluruh jalur resmi pendakian.
Adapun jalur pendakian yang tersedia meliputi Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik. Menjadi akses utama bagi para pendaki untuk menjelajahi kawasan Gunung Rinjani.
Rinjani Begawe Tandai Pembukaan Musim Pendakian
Menjelang pembukaan jalur pendakian, TNGR juga akan menggelar agenda tahunan bertajuk Rinjani Begawe 2026 pada 28 Maret 2026 di kawasan Teras Udayana.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali musim pendakian Gunung Rinjani setelah penutupan tahunan akibat kondisi cuaca dan potensi risiko bencana.
Sejumlah agenda direncanakan akan mewarnai kegiatan tersebut, di antaranya peluncuran Program Rinjani 7.0. Pengumuman kalender event Rinjani, peluncuran lagu Rinjani, deklarasi kerja sama dengan Universitas Mataram, hingga pengumuman Putri Rinjani.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga akan dilakukan penyerahan surat keputusan terkait penggunaan air nonkomersial serta seremoni pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Rinjani.
“Seluruh rangkaian kegiatan masih terus kami matangkan sebelum diumumkan secara lengkap menjelang pembukaan jalur pendakian,” pungkas Astekita.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian pada awal April, kawasan Gunung Rinjani diperkirakan kembali menjadi salah satu destinasi wisata pendakian favorit di Indonesia. Khususnya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menjelajahi keindahan alam Pulau Lombok.


