Lombok Timur, insightntb.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Sembalun Lawang Periode 2025–2026 menghadirkan inovasi branding produk lokal melalui pengembangan olahan kacang buncis dengan nama KABURI (Kacang Buncis Renyah dan Gurih).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan Desa Sembalun Lawang. Selama ini, kacang buncis di kenal sebagai salah satu hasil pertanian utama desa, namun pemasarannya masih di dominasi dalam bentuk bahan mentah dengan nilai jual yang relatif rendah.
Melalui inovasi KABURI, mahasiswa KKN PMD Unram berupaya mengolah kacang buncis menjadi produk cemilan yang memiliki daya tarik lebih. Baik dari segi rasa, kemasan, maupun identitas merek. Produk ini di kemas sebagai camilan renyah dan gurih yang target pasar wisatawan serta konsumen lokal. Mengingat Sembalun Lawang merupakan kawasan wisata strategis di kaki Gunung Rinjani.
Koordinator KKN PMD Unram Desa Sembalun Lawang menjelaskan bahwa branding KABURI tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada cerita dan identitas lokal. “Kami ingin KABURI menjadi simbol bahwa hasil pertanian. Sembalun Lawang memiliki potensi besar jika di kembangkan dengan sentuhan inovasi dan kreativitas,” ujarnya.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN turut melibatkan masyarakat setempat, khususnya kelompok tani dan pelaku UMKM. Mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pengenalan konsep branding sederhana. Pendampingan ini di harapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk melanjutkan produksi secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Inovasi KABURI Dorong Ekonomi Lokal Sembalun Lawang
Pemerintah Desa Sembalun Lawang menyambut baik inisiatif tersebut. Dan berharap produk KABURI dapat menjadi salah satu inovasi olahan khas desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Inovasi ini di nilai sejalan dengan upaya desa dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi pertanian.
Melalui program branding KABURI, mahasiswa KKN PMD Unram tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi desa. Di harapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi. Bagi pengembangan komoditas lokal lainnya di Sembalun Lawang agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


