Insightntb.com — Lomba Peneliti Belia (LPB) Nasional 2025 resmi dibuka di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Selasa (3/12/2025). Ajang riset bergengsi bagi pelajar tingkat menengah ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya talenta ilmiah muda Indonesia yang berdaya saing global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kompetisi yang digelar Center for Young Scientists (CYS) bekerja sama dengan UMN sebagai tuan rumah ini diikuti ratusan pelajar dari berbagai daerah di Tanah Air. LPB Nasional 2025 sekaligus menjadi tahapan seleksi penting sebelum peserta terbaik melaju ke kompetisi penelitian internasional.

Sebanyak 532 pelajar, didampingi 207 guru pembimbing serta dewan juri, memadati Function Hall UMN saat pembukaan. Para peserta berkompetisi dalam 10 bidang penelitian, yakni komputer, fisika, matematika, lingkungan, ilmu hayati, sosiologi, ekonomi, psikologi, geografi, dan sejarah.

UMN Dorong Inovasi dan Riset Berkelanjutan

Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Ph.D., dalam sambutan virtualnya mengapresiasi kepercayaan yang kembali di berikan kepada UMN sebagai tuan rumah LPB Nasional untuk ketiga kalinya.

Ia menyoroti dua tantangan global utama yang tengah dihadapi dunia, yakni transformasi ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomasi, serta krisis perubahan iklim. Menurutnya, riset dan inovasi menjadi kunci utama kemajuan suatu bangsa.

“Negara maju tidak lagi bergantung pada sumber daya alam semata, tetapi pada inovasi dan teknologi bernilai tambah tinggi. Karena itu, UMN menempatkan pengembangan AI dan sustainability sebagai fokus utama,” ujar Andrey.

Integritas dan Metodologi Ilmiah Jadi Fondasi

Direktur Center for Young Scientists, Monika Raharti, Ph.D., menegaskan bahwa LPB Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembentukan karakter peneliti muda yang berintegritas.

Ia menjelaskan LPB Nasional telah di gelar sejak 2006, terinspirasi dari keberhasilan pelajar Indonesia meraih prestasi riset di Amerika Serikat. Setiap tahun, sekitar 2.000 siswa terlibat dalam rangkaian seleksi, dengan 532 peserta berhasil lolos ke tingkat nasional pada 2025.

“Penelitian tidak hanya menuntut kedalaman ilmu, tetapi juga integritas, kedisiplinan, dan ketepatan metode ilmiah,” tegas Monika.

Dunia Perbankan Dukung Pendidikan Riset

Dukungan terhadap LPB Nasional 2025 juga datang dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Regional Head BN 02 Danamon, Novily Chandra, menyampaikan bahwa partisipasi Danamon merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

“Danamon meyakini pendidikan adalah fondasi kesejahteraan jangka panjang. Melalui LPB Nasional, kami ingin mendukung generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Kemdiktisaintek: Riset Kunci Masa Depan Bangsa

Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Adi Nuryanto, S.T., M.T., menegaskan bahwa kemampuan riset menjadi bekal penting generasi muda di tengah perubahan global yang cepat.

Menurutnya, LPB Nasional mencakup dua rumpun utama penelitian, yakni sosial-humaniora dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sehingga memberikan pemahaman riset yang komprehensif.

“Kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan terbuka adalah fondasi membangun masa depan Indonesia. LPB Nasional 2025 harus melahirkan peneliti muda yang siap bersaing secara global,” tegas Adi.

Ia juga mengajak peserta untuk tidak takut gagal dan terus memelihara rasa ingin tahu sebagai bagian dari proses ilmiah.

Inovasi Mahasiswa UMN Warnai Pembukaan

Pembukaan LPB Nasional 2025 semakin semarak dengan atraksi robot pengantar pemukul gong hasil karya mahasiswa Teknik Elektro UMN. Robot tersebut menyerahkan pemukul gong kepada Adi Nuryanto sebagai simbol resmi di mulainya kompetisi.

LPB Nasional 2025 di harapkan menjadi wadah strategis dalam mencetak generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat internasional.