Mataram, insightntb.com – Kekurangan tenaga pengawas sekolah di Kota Mataram mulai berdampak pada pelaksanaan tugas kepengawasan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah pengawas mengaku kewalahan karena harus menangani banyak sekolah sekaligus, bahkan merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.

Kondisi ini dipicu oleh defisit jumlah pengawas sekolah yang belum sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan.

Dampingi Hingga 20 Sekolah dari TK hingga SMP

Salah satu pengawas, Abdul Kadir, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala SMPN 12 Mataram, mengungkapkan dirinya harus membina sekitar 20 sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Menurutnya, beban tersebut membuat tugas kepengawasan tidak dapat dijalankan secara maksimal.

“Bukan hanya kewalahan, kami yang merangkap sebagai Plt kepala sekolah hampir tidak punya waktu untuk menjalankan tugas kepengawasan secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanggung jawab sebagai Plt kepala sekolah menuntut fokus dan profesionalitas tinggi, sehingga tugas supervisi dan pembinaan sekolah binaan kerap harus diprioritaskan secara selektif.

Peran Pengawas Krusial di Tengah Perubahan Kebijakan

Abdul Kadir menegaskan, peran pengawas sekolah sama pentingnya dengan kepala sekolah dan guru. Selain menjalankan fungsi pengawasan, pengawas juga berperan sebagai pendamping dalam perencanaan program, monitoring, hingga evaluasi pelaksanaan kebijakan di sekolah.

Menurutnya, peran tersebut semakin krusial di tengah perubahan kebijakan pendidikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Fungsi kontrol dari pengawas diperlukan untuk memastikan kepala sekolah menjalankan program dengan baik, apalagi kebijakan pendidikan terus mengalami perubahan,” katanya.

Pengawas Lain Alami Hal Serupa

Kondisi serupa juga dirasakan Ni Nengah Sri Swathi, pengawas sekolah yang merangkap sebagai Plt Kepala SMPN 2 Mataram. Ia mengaku kesulitan memberikan pendampingan optimal karena harus membina sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

“Kami harus mendampingi SMP, SD, hingga TK, sehingga pembinaan yang diberikan tidak bisa maksimal,” ujarnya.

Kebutuhan Pengawas Capai 41 Orang, Tersedia 25

Dinas Pendidikan Kota Mataram mencatat kebutuhan ideal pengawas sekolah mencapai 41 orang. Namun, saat ini jumlah yang tersedia hanya 25 orang, sehingga terjadi kekurangan 16 tenaga pengawas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufal Aldian, menyebutkan bahwa defisit tersebut dipengaruhi oleh sejumlah pengawas yang telah memasuki masa pensiun.

Kondisi kekurangan pengawas sekolah di Mataram ini dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas supervisi, peningkatan mutu pendidikan, serta pengawasan implementasi kebijakan di satuan pendidikan.