Insight NTB, Lombok Timur – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Lombok Timur pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.00 WITA menyebabkan banjir di sejumlah titik. Dua kecamatan, yaitu Pringgabaya dan Suele, tercatat mengalami dampak paling serius, terutama pada sektor infrastruktur.
Menurut laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB, banjir di picu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak siang hari. Debit air meningkat signifikan dan merendam beberapa wilayah, khususnya Desa Labuhan Lombok di Kecamatan Pringgabaya. Meski proses pendataan masih berlangsung, banjir dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kerusakan terparah terjadi di jembatan Aik Bete, Kecamatan Suele. Derasnya arus air menyebabkan struktur jembatan mengalami kerusakan, sehingga berpotensi menghambat mobilitas warga serta akses transportasi antarwilayah.
Aparatur desa dan kecamatan bersama BPBD Lombok Timur kini masih melakukan asesmen kerusakan secara detail di lapangan. Sementara itu, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan dukungan logistik, peralatan, serta pengerahan personel guna mempercepat penanganan darurat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Timur, bersama TNI/Polri dan aparatur desa, telah di kerahkan untuk melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta monitoring perkembangan banjir. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak masih dalam proses pengumpulan data.
Hingga kini, kondisi cuaca di lokasi masih menunjukkan hujan dengan intensitas sedang. BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat NTB saat ini memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Hal ini menjadi pemicu curah hujan tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
BPBD juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan drainase dan tidak membuang sampah ke saluran air untuk mencegah penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir. Kesiapsiagaan lingkungan di nilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.


